Aksi Solidaritas Palestina Probolinggo Menggema di DPRD

Puluhan anggota Kumail menggelar aksi solidaritas Palestina di depan DPRD Kota Probolinggo

Share

SUARAGONG.COM – Aksi solidaritas Palestina Probolinggo jadi sorotan warga siang itu. Puluhan anggota Kumite Umat Islam Anti Amerika-Israel (Kumail) turun ke jalan, Jumat (13/2/2026), menyuarakan dukungan mereka di depan kantor DPRD Kota Probolinggo, Jalan Suroyo. Datang dengan atribut serba hitam, membawa poster dan spanduk, massa tampak kompak. Bendera dikibarkan, asap suar berwarna mengepul, bikin suasana depan gedung dewan jadi penuh energi. Meski penuh semangat, aksi tetap berjalan tertib dan dalam pengawalan aparat keamanan.

Aksi Solidaritas Palestina Probolinggo Dimulai dari Alun-Alun

Sebelum sampai ke DPRD, massa lebih dulu melakukan long march dari alun-alun kota. Sepanjang perjalanan, mereka berjalan beriringan sambil meneriakkan yel-yel dukungan untuk Palestina dan kritik terhadap Amerika serta Israel.

Warga sekitar pun ikut menyaksikan dari pinggir jalan. Ada yang sekadar melihat, ada juga yang merekam momen tersebut lewat ponsel. Suasananya terasa seperti gelombang kepedulian yang mengalir pelan tapi pasti.

Setibanya di depan kantor DPRD, orasi mulai disampaikan secara bergantian. Intinya satu: mereka ingin menunjukkan kepedulian terhadap konflik Palestina dan sikap Indonesia di kancah internasional.

Baca juga: Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo

Soroti Keikutsertaan Indonesia dalam Board Of Peace (BOP)

Selain soal Palestina, Kumail juga menyinggung soal keikutsertaan Indonesia dalam Board Of Peace (BOP). Organisasi internasional yang didirikan Amerika Serikat itu disebut bertujuan menjamin perdamaian abadi di wilayah konflik.

Namun, bagi massa aksi, posisi Indonesia di forum tersebut perlu dikaji ulang. Mereka mempertanyakan sejauh mana kepentingan nasional benar-benar terwakili. Koordinator aksi, Arif Abdul Muis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar turun ke jalan, tapi juga bentuk evaluasi.

“Tujuannya sebagai bahan evaluasi. Membangun perdamaian dunia seharusnya lebih maksimal lewat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Menurut mereka, forum seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai lebih representatif dalam urusan perdamaian global. Indonesia pun diharapkan tetap konsisten dengan prinsip politik bebas aktif yang selama ini jadi fondasi diplomasi luar negeri.

Baca juga: Bersih-bersih Bromo Jelang Ramadan, Petugas Kumpulkan Satu Ton Sampah

Tegaskan Dukungan untuk Palestina dan Iran

Dalam aksi tersebut, dukungan terhadap Palestina jadi benang merah utama. Massa menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina selaras dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.

Tak hanya itu, Kumail juga menyampaikan dukungan terhadap Republik Islam Iran yang dinilai sedang menghadapi tekanan geopolitik dan ancaman konflik bersenjata dari Amerika Serikat dan Israel.

Bagi mereka, solidaritas ini bukan soal memilih kubu, tapi soal sikap terhadap apa yang dianggap sebagai bentuk tekanan dari kekuatan besar dunia.

“Kami konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina sesuai prinsip penghapusan penjajahan dan penghormatan hukum internasional,” tegas salah satu orator.

Pernyataan tersebut disambut sorakan dukungan dari peserta aksi.

Baca juga: Truk Oleng Saat Menyalip di Pantura Probolinggo

Dorong DPRD Probolinggo Lebih Aktif

Dalam aksi solidaritas Palestina Probolinggo ini, Kumail juga berharap DPRD Kota Probolinggo tidak tinggal diam. Mereka mendorong agar DPRD menjalankan fungsi pengawasan, termasuk melalui rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri.

Harapannya, suara dari daerah bisa ikut terdengar di tingkat nasional. Menurut massa aksi, DPRD punya peran representatif untuk menjembatani aspirasi masyarakat, termasuk dalam isu strategis seperti kebijakan luar negeri.

Mereka juga mengimbau masyarakat sipil untuk tetap menyampaikan aspirasi secara konstitusional dan damai. Artinya, kritik boleh, sikap tegas boleh, tapi tetap dalam koridor hukum dan demokrasi.

“Harapan kami Indonesia bisa menunjukkan pengaruhnya dalam perdamaian Palestina lewat BOP. Tapi kalau memang tidak bisa memberi dampak, lebih baik mundur,” kata Arif menutup orasi.

Baca juga: UPT PKB Probolinggo Kalibrasi 14 Alat Uji

Aksi Damai dan Tertib

Setelah seluruh tuntutan dan aspirasi disampaikan, massa membubarkan diri secara tertib. Tidak ada kericuhan, tidak ada insiden berarti. Aksi selesai dengan damai.

Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa isu global bisa punya resonansi sampai ke level daerah. Konflik di belahan dunia lain ternyata tetap terasa dekat bagi sebagian masyarakat.

Lewat aksi damai ini, Kumail ingin menyampaikan bahwa solidaritas bukan sekadar wacana di media sosial. Ada orang-orang yang memilih turun langsung, menyuarakan sikap mereka di ruang publik.

Terlepas dari pro dan kontra, aksi ini menjadi bagian dari dinamika demokrasi di Indonesia. Suara boleh berbeda, sikap bisa beragam, tapi ruang untuk menyampaikan pendapat tetap terbuka.

Dan siang itu, di depan DPRD Kota Probolinggo, suara solidaritas itu terdengar cukup lantang. (duh/dny)