Aminuddin Hadiri Doa Bersama K3 di KSOP: Perkuat Implementasi di Maritim

Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menghadiri doa bersama Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama unsur maritim

Share

SUARAGONG.COM – Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, didampingi Pj Sekda Rey Suwigtyo, menghadiri doa bersama Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama unsur maritim yang digelar di halaman Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo (KSOP), Kamis (12/2/2026) sore.

Aminuddin Hadiri Doa Bersama K3 di KSOP, Perkuat Budaya Keselamatan Sektor Maritim

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam penerapan standar keselamatan kerja di sektor maritim yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi. Doa bersama dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Sekaligus penguatan sinergi lintas sektor guna menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas kepelabuhanan di Kota Probolinggo.

Libatkan Forkopimda dan Unsur Maritim

Acara diikuti Forkopimda serta berbagai unsur maritim, mulai dari KSOP, TNI AL, Polairud, syahbandar, tenaga kerja pelabuhan, hingga perwakilan perusahaan pelayaran dan bongkar muat. Kehadiran seluruh elemen tersebut menunjukkan komitmen kolektif dalam membangun budaya kerja yang aman. Menjadikan sebuah lingkungan yang sehat di pelabuhan.

Kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar memohon perlindungan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas di sektor maritim. Mengingat kompleksitas operasional kepelabuhanan, penerapan prinsip K3 menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

Momentum Penguatan Sinergi dan Pengawasan

Kepala KSOP IV Probolinggo, I Gusti Agung Komang Arbawa, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mewujudkan budaya kerja yang aman dan sehat.

“Keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama. Kami juga diberikan amanah melakukan pengawasan kegiatan di pelabuhan, khususnya di perairan. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan. Melalui doa bersama ini semoga kita selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dan komitmen yang kuat akan mampu meminimalisir risiko kecelakaan kerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. KSOP juga berkomitmen memperkuat pengawasan dan koordinasi dalam setiap aktivitas operasional pelabuhan.

Baca Juga : K3 Nasional 2026: Disnaker Probolinggo Tegaskan Keselamatan Kerja Adalah Investasi

Pelabuhan sebagai Urat Nadi Ekonomi Daerah

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan pentingnya penerapan standar K3 secara disiplin di seluruh lini aktivitas maritim agar berjalan sesuai SOP.

Ia menilai pelabuhan dan perairan Probolinggo merupakan urat nadi perekonomian daerah. Aktivitas seperti bongkar muat, pelayaran, perikanan, hingga distribusi logistik memiliki potensi risiko jika tidak dikelola secara profesional.

“Keselamatan dan kesehatan kerja bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Kami ingin memberikan dampak positif sebagai pintu gerbang pemerintah kota untuk turut serta dalam kegiatan pelabuhan, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penerapan K3 tidak hanya melindungi tenaga kerja, tetapi juga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Lingkungan kerja yang aman dan tertib akan mendukung kelancaran arus barang dan jasa serta meningkatkan kepercayaan pelaku usaha.

Komitmen Kolaborasi untuk Pelabuhan Modern

Pemerintah Kota Probolinggo menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan instansi vertikal, aparat keamanan, serta pelaku usaha dalam memajukan Pelabuhan Probolinggo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang aman, tertib, dan berdaya saing.

“Sinergi yang terjalin baik menjadi kunci dalam mewujudkan pelabuhan yang modern dan profesional, serta menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai budaya utama,” imbuh wali kota.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif serta penerapan regulasi yang konsisten. Dengan komitmen bersama, potensi risiko kecelakaan kerja diharapkan dapat ditekan dan produktivitas sektor maritim terus meningkat.

Penutup dengan Doa dan Santunan

Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemberian santunan kepada 60 anak yatim. Momen ini menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam membangun sektor maritim yang aman secara operasional dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo bersama seluruh unsur maritim berharap terciptanya budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan. Dengan disiplin penerapan standar K3 dan penguatan sinergi antarinstansi, sektor pelabuhan diharapkan menjadi pilar ekonomi daerah yang kokoh. Selain itu juga jadi tempat kerja yang aman serta menyejahterakan masyarakat. (Aye/sg)