SUARAGONG.COM – Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang memastikan seluruh persiapan utama memasuki tahap akhir pada H-3 pelaksanaan. Ketua PCNU Kota Malang, Gus Isroqunnajah, menyebut panggung utama di Stadion Gajayana ditargetkan siap sepenuhnya pada Kamis (H-2).
PCNU Kota Malang Matangkan Manajemen Arus Jemaah Jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU
“Untuk panggung sedang dalam penggarapan, estimasinya besok insyaallah sudah ready semua. Lighting, sound system, dan videotron juga hampir selesai,” ujar Gus Isroqunnajah saat ditemui di Stadion Gajayana.
Guna mengantisipasi lonjakan jemaah dari berbagai daerah, PCNU Kota Malang bersama pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan menerapkan manajemen arus dengan membagi 45 PCNU kabupaten/kota se-Jawa Timur ke dalam sembilan zona.
Langkah ini dilakukan mengingat keterbatasan akses masuk ke Kota Malang.
Jemaah dari arah barat akan diarahkan melalui Kota Batu dan disiapkan untuk standby di kawasan Pujon serta Jalan Sultan Agung, Batu. Dari arah utara melalui Lawang masih ditentukan titik penyangganya. Jemaah dari jalur tol diminta menunggu di rest area sebelum mendapat izin masuk kota. Sementara jemaah dari selatan akan disiapkan di kawasan Kepanjen dan Bululawang.
“Drop zone utama nanti di kawasan Tugu Balai Kota. Setelah itu jemaah diarahkan ke titik transit seperti SMA Tugu, Masjid Jami’, Masjid Khadijah, sebelum masuk stadion sesuai komando liaison officer (LO),” jelasnya.
Kapasitas Stadion Terbatas
Panitia memperkirakan jumlah jemaah dari Kota Malang maksimal 5.000 orang, Kota Batu 5.000 orang, Kabupaten Malang sekitar 15.000 orang, Kota Blitar 3.000 orang, dan Kabupaten Blitar 5.000 orang.
Stadion Gajayana hanya mampu menampung sekitar 25.000 jemaah di area lapangan, sementara lintasan stadion tidak digunakan. Untuk mengakomodasi jemaah yang tidak tertampung di dalam stadion, panitia menyiapkan videotron di sejumlah titik kawasan Jalan Semeru, Kawi, hingga Ijen.
Di dalam stadion, jemaah akan duduk lesehan dengan pembagian area putri di lapangan dan jamaah laki-laki di tribun.
Panitia juga menerapkan sistem kartu undangan yang dibagikan melalui PIC masing-masing PCNU di titik drop zone.
“Tidak semua jemaah bisa masuk stadion. Kami atur lewat undangan agar tertib, apalagi jika nanti ada kehadiran RI-1 yang mengharuskan sterilisasi area,” tegas Gus Isroqunnajah.
Baca Juga : PCNU Lumajang Gelar Beragam Kegiatan Memeriahkan Harlah ke-102 NU
Ribuan Banser Disiagakan
Dari sisi pengamanan, sekitar 1.800 personel Banser dari Malang Raya akan disiagakan di berbagai titik, dibantu Pagar Nusa, Ansor, dan Fatayat. Pengamanan di dalam stadion dimaksimalkan oleh Ansor dan Fatayat, sementara Banser fokus di area luar dan persimpangan jalan.
“Pengaturan parkir juga sudah disiapkan Dishub. Target kami jarak jalan kaki jemaah ke stadion tidak lebih dari tiga kilometer agar tidak memberatkan,” pungkasnya. (Aye/sg)