SUARAGONG.COM – Di penghujung tahun 2025, momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan banyak masyarakat untuk bepergian dan menikmati liburan ke berbagai daerah. Kondisi ini turut memengaruhi perubahan arus lalu lintas, termasuk di wilayah Malang Raya, tepatnya di Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Libur Nataru 2025, Arus Lalu Lintas Kepuharjo Masih Terkendali
Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi lalu lintas di wilayah hukum Kepuharjo terpantau lancar dan terkendali. Aparat kepolisian telah mendirikan sejumlah pos pengamanan dengan personel yang siaga mengatur arus kendaraan.
Polisi Bersama Lintas Sektor Siaga Nataru
Pengamanan arus lalu lintas di Kepuharjo tidak hanya melibatkan kepolisian. Sejumlah pihak lintas sektor turut ambil bagian, di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, Dinas Kesehatan (Dinkes), serta masyarakat sekitar.
Papospam Kepuharjo, Iwan Chandra, menjelaskan bahwa saat ini kendaraan yang mendominasi arus lalu lintas adalah kendaraan roda empat, mulai dari mobil pribadi hingga truk.
“Untuk saat ini, kendaraan yang melintas didominasi roda empat. Diperkirakan pada tanggal 30 dan 31 Desember aktivitas akan sedikit menurun karena masyarakat fokus libur dan pergantian tahun,” jelasnya.
Jalur ke Batu Jadi Favorit Wisatawan
Iwan menyebutkan, banyak pengguna jalan berasal dari wilayah Malang maupun luar daerah yang melintas menuju Kota Batu. Jalur Kepuharjo–Batu memang sejak tahun ke tahun menjadi jalur favorit wisatawan saat musim liburan.
“Dari tahun ke tahun, jalur arah Batu memang selalu menjadi target wisata. Karena itu, kami melakukan antisipasi dan pengamanan ekstra di jalur ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, secara umum kondisi arus lalu lintas masih terpantau normal.
“Kondisi arus lalu lintas Lancar terkendali. Kami melakukan penarikan kendaraan untuk memperlancar arus dari Surabaya menuju Batu maupun sebaliknya. Namun hingga saat ini, arus masih seperti biasa,” jelasnya.
Kepadatan Sore Hari, Arus Balik Diprediksi Awal Januari
Kepadatan lalu lintas biasanya terjadi pada jam-jam tertentu, khususnya menjelang sore hari, saat masyarakat pulang beraktivitas atau hendak bepergian keluar kota.
“Padatnya hanya di jam-jam tertentu saja, tidak ada peningkatan yang signifikan,” tambahnya.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat sedikit peningkatan volume kendaraan pada momen Nataru tahun ini. Sementara itu, untuk arus balik diperkirakan akan terjadi setelah perayaan tahun baru.
“Puncak arus balik kemungkinan terjadi pada tanggal 1 dan 2 Januari,” pungkas Iwan. (Aye/sg)