Bahaya Tersembunyi di Balik Kopi Takeaway, Mikroplastik Bisa Ikut Terminun

Di balik nikmatnya kopi takeaway yang menemani obrolan sore atau kerja tugas, ternyata ada bahaya tersembunyi

Share

SUARAGONG.COM – Para anak-anak nongki, pecinta kopi, cikop, kopi gula aren, kopi susu, sampai Americano sekalipun — kalian para muda-mudi kalcer wajib waspada, ya. Di balik nikmatnya kopi takeaway yang menemani obrolan sore atau kerja tugas, ternyata ada bahaya tersembunyi yang sering luput dari perhatian.

Sering Jajan Kopi Takeaway? Waspada Paparan Mikroplastik dari Gelas Sekali Pakai

Bagi kita-kita pecinta kopi kekinian, apalagi anak Gen Z kebiasaan membeli kopi takeaway mungkin sudah menjadi rutinitas. Namun siapa sangka, minum kopi dari gelas sekali pakai ternyata berpotensi memasukkan mikroplastik ke dalam tubuh.

Temuan ini terungkap dari sejumlah penelitian terbaru yang menyebutkan bahwa gelas kopi sekali pakai—terutama yang berbahan plastik atau kertas berlapis plastik—dapat melepaskan ribuan hingga jutaan partikel mikroplastik ke dalam minuman panas.

Partikel-partikel tersebut kemudian ikut tertelan saat kopi diminum.

Suhu Panas Jadi Pemicu Utama

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Journal of Hazardous Materials: Plastics menemukan bahwa suhu panas menjadi faktor utama pelepasan mikroplastik ke dalam minuman. Selain itu, jenis bahan gelas juga sangat menentukan jumlah partikel yang terlepas.

“Pesannya jelas, panas adalah pemicu utama pelepasan mikroplastik, dan bahan gelas ternyata jauh lebih berpengaruh dari yang selama ini kita kira,” tulis peneliti dalam laporannya, dikutip dari The Conversation, Rabu (21/1/2026).

Dalam riset tersebut, para ilmuwan menganalisis 30 studi ilmiah serta melakukan uji langsung terhadap 400 gelas kopi di Brisbane, Australia. Mereka meneliti dua jenis gelas yang paling umum digunakan, yakni gelas plastik murni berbahan polyethylene dan gelas kertas yang dilapisi plastik tipis di bagian dalam.

Pengujian dilakukan pada dua kondisi suhu, yakni 5 derajat Celsius untuk minuman dingin dan 60 derajat Celsius untuk minuman panas. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan: semakin tinggi suhu minuman, semakin banyak mikroplastik yang terlepas.

Potensi Ratusan Ribu Mikroplastik per Tahun

Pada gelas plastik murni, perubahan dari minuman dingin ke panas meningkatkan pelepasan mikroplastik hingga sekitar 33 persen. Peneliti memperkirakan, jika seseorang mengonsumsi 300 mililiter kopi panas setiap hari dari gelas plastik jenis ini, maka ia berpotensi menelan hingga 363 ribu partikel mikroplastik dalam setahun.

Sementara itu, secara global penggunaan gelas sekali pakai diperkirakan mencapai 500 miliar unit per tahun. Di Australia saja, konsumsi gelas minuman sekali pakai mencapai 1,45 miliar unit per tahun, ditambah sekitar 890 juta tutup plastik.

Angka tersebut menunjukkan betapa masifnya penggunaan kemasan sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Tak Perlu Berhenti Ngopi, Bawa Tumbler Makin Asik

Meski terdengar mengkhawatirkan, kalayak muda maupun berumur, tidak perlu langsung menghentikan kebiasaan ngopi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan mikroplastik, di antaranya:

  • Menggunakan tumbler atau cangkir pakai ulang berbahan stainless steel, keramik, atau kaca
  • Jika terpaksa memakai kemasan sekali pakai, pilih gelas kertas berlapis plastik dibanding gelas plastik murni
  • Hindari menuangkan minuman terlalu panas ke wadah plastik
  • Saat memesan kopi, minta disajikan dalam kondisi hangat, bukan mendidih

Ke Coffe shop bawa tumbler asik juga kok, Bisa jadi tren positif dan asik nih Gaes. Itung-itung ga buat sampah juga kan, Barista juga bisa santuy bikin kopinya.

Baca Juga : Kopi Instan Masih Jadi Favorit dan Tren Kopi di Indonesia

Langkah kecil tersebut dinilai cukup membantu menekan risiko masuknya mikroplastik ke dalam tubuh. Sekaligus ikut mengurangi limbah plastik.

Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak mikroplastik, kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler sendiri bisa menjadi pilihan bijak bagi para penikmat kopi kekinian. (Aye/sg)