Bakal Makin Cantik! Jembatan Brawijaya Masuk Daftar Perbaikan 2026

Jembatan Brawijaya, salah satu jembatan bersejarah di Jalan Majapahit, dipastikan bakal mendapat sentuhan perbaikan pada tahun anggaran 2026

Share

SUARAGONG.COM – Kabar baik datang dari kawasan Splendid. Jembatan Brawijaya, salah satu jembatan bersejarah di Jalan Majapahit, dipastikan bakal mendapat sentuhan perbaikan pada tahun anggaran 2026. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, usai meninjau kondisi jembatan yang kini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan usia.

Jembatan Brawijaya Masuk Daftar Perbaikan 2026: Walkot Malang Soroti Plengsengan yang Mulai Keropos

Saat meninjau lokasi, Wahyu tak menampik bahwa kondisi plengsengan jembatan sudah cukup mengkhawatirkan. Beberapa bagian terlihat mulai keropos, wajar mengingat jembatan ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda yang telah berdiri puluhan tahun.

“Ini jembatan peninggalan Belanda. Tadi kita lihat langsung, plengsengannya sudah mulai keropos dan kondisinya memang perlu perhatian serius,” kata Wahyu.

Meski begitu, di balik kondisi yang menua, Jembatan Brawijaya justru menyimpan potensi besar. Menurut Wahyu, jika dilakukan perbaikan menyeluruh dan dicat ulang, jembatan ini bisa tampil lebih menarik dan bahkan menjadi spot foto baru dengan nilai sejarah yang kuat.

“Kalau ditata dengan baik, jembatan ini sebenarnya cantik sekali. Nilai sejarahnya juga kuat karena berdiri bersamaan dengan sekolah di kawasan ini,” ujarnya.

Rencana Perbaikan Pernah Gagal

Wahyu mengungkapkan, rencana perbaikan sebenarnya sempat diupayakan pada tahun sebelumnya. Namun, proyek tersebut gagal lelang karena sejumlah pertimbangan teknis, termasuk soal anggaran. Kendati demikian, Pemkot Malang memastikan komitmen untuk tetap melanjutkan perbaikan.

“Memang sempat gagal lelang, tapi bukan berarti berhenti. Kita tetap upayakan agar jembatan ini bisa diperbaiki,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada fisik jembatan, Wahyu juga menyoroti bangunan warga yang berada di kawasan sempadan sungai di sekitar Jembatan Brawijaya. Ia menegaskan, area tersebut sejatinya tidak diperuntukkan bagi bangunan karena memiliki risiko tinggi, terutama saat debit air sungai meningkat.

“Kawasan ini sempadan sungai. Secara aturan memang tidak boleh ada bangunan. Kalau sampai terjadi sesuatu, pemerintah yang disalahkan,” ungkapnya.

Sosialisasi Masyarakat

Untuk itu, Pemkot Malang akan melibatkan sejumlah OPD terkait guna melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi bencana, sekaligus upaya melindungi keselamatan warga.

“Kita akan rapatkan dan lakukan sosialisasi. Apalagi kondisi bongkaran jembatan saat ini juga semakin memprihatinkan,” tambah Wahyu.

Menurutnya, keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah berharap masyarakat memahami pentingnya tinggal di lokasi yang aman, terutama di wilayah rawan banjir.

“Kalau terjadi sesuatu, tentu kita ingin semua warga selamat. Masa tidak ingin keluarganya berada di tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Wahyu memastikan, anggaran perbaikan Jembatan Brawijaya akan masuk tahun 2026 dan proyek tersebut akan kembali melalui proses lelang ulang sesuai aturan.

“Insyaallah masuk anggaran 2026, nanti akan dilelang ulang,” pungkasnya.

Dengan rencana tersebut, Jembatan Brawijaya diharapkan tak hanya kembali aman dilintasi, tetapi juga tampil lebih cantik, bersejarah, dan membanggakan sebagai bagian dari wajah Kota Malang. (fat/aye)