Banjir Dusun Bibis Probolinggo Lansia Dievakuasi Perahu Malam Hari

Seorang Warga mengevakuasi lansia menggunakan perahu

Share

SUARAGONG.COM – Sejumlah lanjut usia (lansia) dan anak-anak terdampak banjir Dusun Bibis Probolinggo terpaksa dievakuasi menggunakan perahu ke tempat yang lebih aman, Sabtu (17/1/2026) malam. Banjir melanda Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Kondisi semakin diperparah dengan air laut yang sedang pasang, sehingga air dengan cepat meluap dan masuk ke permukiman warga.

Banjir Dusun Bibis Probolinggo Dipicu Hujan Deras dan Air Laut Pasang

Banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang turun secara terus-menerus sejak sore. Aliran air dari wilayah hulu meningkat dan bertemu dengan air laut yang pasang, menyebabkan sungai dan saluran air meluap. Dalam waktu singkat, air merendam rumah-rumah warga. Situasi ini membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta benda dan lebih memprioritaskan keselamatan jiwa, khususnya lansia dan anak-anak.

Baca juga: Angin Datang Tiba-Tiba Puting Beliung Sapu 2 Desa di Leces

Ketinggian Air Capai Hingga 1,5 Meter

Pantauan di lokasi menunjukkan ketinggian air mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter. Air menggenangi jalan lingkungan dan masuk ke dalam rumah warga, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total. Beberapa warga terjebak di dalam rumah akibat derasnya arus air dan kondisi malam hari yang menyulitkan evakuasi secara mandiri. Kepanikan pun tidak terhindarkan, terutama di rumah-rumah yang dihuni lansia dan anak-anak.

Baca juga: Tak Sekadar Teori, Pelajar Probolinggo Praktik Vertical Rescue

Evakuasi Berlangsung Dramatis di Tengah Arus Deras

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga harus ekstra waspada saat menaikkan lansia dan anak-anak ke atas perahu. Setiap pergerakan dilakukan perlahan demi menghindari risiko perahu terbalik. Derasnya arus menjadi tantangan utama dalam penyelamatan. Namun, berkat kerja sama dan kepedulian antarwarga, seluruh proses evakuasi berhasil dilakukan tanpa korban jiwa.

Baca juga: Penutupan Bromo Wulan Kapitu 2026 Wisata Dihentikan Sementara

Kesaksian Warga Selamat dari Banjir

Salah satu warga Dusun Bibis, Suni, mengungkapkan kepanikannya saat air mulai masuk ke dalam rumah.

“Saat air mulai naik, saya langsung mencari tempat lebih tinggi sampai akhirnya dievakuasi warga menggunakan perahu,” ujarnya.

Sekitar 30 menit kemudian, lansia dan anak-anak yang sebelumnya terjebak di dalam rumah berhasil dievakuasi ke tempat aman.

Baca juga: Berawal Dari Anime Siswa SRT 7 Kota Probolinggo Pidato Bahasa Jepang di Depan Presiden

Banjir Terparah dalam Beberapa Tahun Terakhir

Warga menyebut banjir Dusun Bibis Probolinggo kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ketinggian air yang melebihi satu meter dan masuk ke hampir seluruh rumah menjadi pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain merendam rumah, banjir juga merusak perabot rumah tangga dan memaksa warga menghentikan seluruh aktivitas ekonomi untuk sementara waktu.

Baca juga: Pemkab Probolinggo Gandeng BPKP Jatim Kembangkan Manajemen Kinerja

65 Rumah dan 150 Jiwa Terdampak Banjir

Kepala Desa Lemahkembar, Hariyanto, menyampaikan bahwa banjir merendam satu dusun yang terdiri dari 65 rumah dengan sekitar 150 jiwa terdampak.

“Ini banjir terparah. Sejumlah warga harus dievakuasi dan kami berharap bantuan segera datang,” kata Hariyanto.

Pemerintah desa bersama warga terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Cuaca Lagi Badmood, Laut Jatim Jadi Galak Nelayan Diminta Waspada

Warga Waspada Banjir Susulan

Meski air mulai berangsur surut, warga Dusun Bibis masih waspada terhadap potensi banjir susulan. Curah hujan yang masih berpeluang tinggi membuat warga diminta tetap siaga. Pemerintah desa mengimbau warga segera melapor jika terjadi kenaikan air kembali serta mengutamakan keselamatan jiwa dalam kondisi darurat.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Karakter Siswa SMP Probolinggo lewat Deep Learning

Harapan Bantuan dan Perbaikan Infrastruktur

Warga berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan logistik, terutama bagi lansia dan anak-anak yang terdampak langsung. Selain itu, perbaikan sistem drainase dan penanganan wilayah rawan banjir dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabanjir di Dusun Bibis. (duh/dny)