BPJS Malang Diduga Peras Faskes Pakai Upeti Emas Batangan

Muncul dugaan skandal next level yang nyeret nama oknum petinggi BPJS Cabang Malang, yang diduga peras Faskes Pakek skema Emas batangan

Share

SUARAGONG.COM – Dunia kesehatan Malang Raya lagi geger, guys! Muncul dugaan skandal next level yang nyeret nama oknum petinggi BPJS Cabang Malang. Nggak main-main, modusnya diduha meras Fasilitas Kesehatan (Faskes) alias klinik pratama pakai emas batangan!

BPJS Malang Kena ‘Spill’! Diduga Peras Faskes Pakai Skema ‘Upeti Emas’ Batangan

Kabar miring ini dibongkar sama Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok. Doi ngonfirmasi kalau dewan baru aja nerima surat aduan panas yang isinya 10 poin dosa oknum BPJS tersebut. Surat itu juga ditembusin ke Direktur BPJS Pusat, Bupati, dan DPRD.

“Suratnya baru kami terima minggu ini. Isinya bener-bener meresahkan, makanya kami bakal panggil BPJS Cabang Malang buat klarifikasi,” tegas Zulham (Jumat, 27/3/2026).

Tarif ‘Upeti Emas’ Buat Lolos Kredensial Zulham ngebeberin isi surat aduan itu. Ternyata, para dokter di klinik pratama se-Kabupaten Malang ngerasa diperas. Mereka diduga dipaksa setor logam mulia 5 gram sampe 10 gram kalau mau kerjasamanya sama BPJS disetujui atau diperpanjang.

  • Kerjasama Baru: Wajib setor 10 gram emas.
  • Perpanjangan: Cukup setor 5 gram emas (dievaluasi setahun sekali).

Gila-nya lagi, faskes yang setor ‘upeti emas’ ini otomatis dapet poin tinggi dan lolos nilai kredensial. Efek dominonya? Klinik yang sebenernya nggak layak servis-nya, malah bisa jadi rujukan BPJS karena udah ‘nyogok’ pakai emas. Masyarakat pun jadi korbannya!

Modus ‘Cashback’ & Transaksi di Warung Nggak cuma emas, surat aduan itu juga nyebutin kalau faskes pengen dapet rujukan banyak, BPJS minta “cashback” sebagian uang klaim. Transaksi ilegal ini katanya sering dilakuin di warung-warung sekitar kantor BPJS Cabang Malang. Waduh, gak modal banget ya tempatnya?

Nama Drg Febby Mandolang juga disebut-sebut dalam surat itu sebagai sosok yang diduga jadi ‘pengepul’ setoran dari faskes di akhir tahun 2025 lalu.

Baca Juga : Kucing-Kucingan! PKL Jalan Cokro Disisir, Satpol PP Singgung Dugaan Pungli

Oknum Serakah?

Minta Tiket Mandalika & Hotel Berbintang Keserakahan oknum petinggi BPJS Malang ternyata nggak berhenti di situ. Mereka diduga pernah minta dibelikan tiket nonton balapan di Sirkuit Mandalika lengkap sama hotel berbintang di Lombok.

Surat aduan itu juga nyindir kalau penyebab defisit BPJS Kesehatan ya. Karena kelakuan mereka sendiri yang suka foya-foya dan rapat di hotel mewah. Tapi hold on sir! Masih dicari kebenarannya, tapi bukan berarti indikasinya hilang ya!

DPRD Jatim Nggak Tinggal Diam! Menyikapi skandal ini, DPRD Kabupaten Malang bakal segera agendain hearing. Mereka nggak cuma manggil BPJS. Tapi juga bakal ngundang aparat penegak hukum (APH) buat nindaklanjuti kebenaran aduan ini. Kita kawal terus kasusnya biar Jatim clean from corruption! (nif/aye/sg)