SUARAGONG.COM – Suasana adem dengan view sunset khas Bromo ternyata nggak cuma buat healing. Di balik event Bromo Sunset Music and Culture, ada momen penting yang dimanfaatkan buat hal serius: sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026. Kegiatan ini digelar di aula Terminal Wisata Jembatan Kaca Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Sabtu (11/4/2026). Hadir langsung Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, jajaran Forkopimda, hingga perwakilan BPS dari seluruh Jawa Timur.
Edukasi Asik Nikmati Bromo Sunset Music And Culture Bareng Sosialisasi Sensus Ekonomi
Pemilihan lokasi di kawasan wisata Bromo jelas bukan tanpa alasan. Selain jadi destinasi favorit, tempat ini juga jadi titik kumpul banyak orang. Jadi, pesan soal sensus ekonomi bisa lebih luas sampai ke masyarakat dari berbagai latar belakang.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, menjelaskan kalau sosialisasi ini penting banget. Soalnya, Sensus Ekonomi 2026 bakal berlangsung mulai 1 Mei sampai 30 Agustus 2026.
“Sensus ini agenda nasional setiap 10 tahun sekali untuk melihat kondisi ekonomi secara menyeluruh,” jelasnya.
Data Aktivitas Ekonomi
Lewat sensus ini, pemerintah bakal mengumpulkan data dari berbagai aktivitas ekonomi, baik yang formal maupun informal. Mulai dari usaha besar sampai UMKM, semuanya bakal didata. Tujuannya jelas: biar kebijakan yang dibuat nanti benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
Makanya, partisipasi masyarakat jadi kunci utama. Lilik mengimbau warga supaya terbuka saat didata dan memberikan informasi yang akurat.
“Data ini penting banget buat memotret kondisi riil ekonomi, khususnya di Probolinggo,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, juga menegaskan kalau data adalah pondasi utama pembangunan. Tanpa data yang valid, kebijakan bisa meleset jauh dari kebutuhan masyarakat.
“Bahkan pemerintah pusat sangat bergantung pada data dari BPS,” tegasnya.
Baca Juga : Nongkrong Asik! Street Food Modern Hadir di Jalan Kartini Jember
Tantangan Kemiskinan Nyata Terasa
Ia juga menyinggung kalau Probolinggo masih menghadapi tantangan, salah satunya soal kemiskinan. Nah, lewat data yang akurat, pemerintah bisa menyusun strategi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Nggak cuma itu, data juga berperan penting dalam menentukan prioritas program, pembagian anggaran, sampai evaluasi kebijakan yang sudah berjalan.
Menariknya, kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor. Mulai dari Pemkab, BPS, hingga Forkopimda kompak mendukung suksesnya sensus ini.
Dengan sinergi yang solid, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bisa berjalan lancar dan menghasilkan data yang benar-benar kredibel.
Di akhir, pesan yang ingin disampaikan cukup simpel: masyarakat jangan cuek. Ikut sensus berarti ikut berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.
Karena pada akhirnya, data yang valid bakal kembali ke masyarakat dalam bentuk kebijakan yang lebih tepat dan bermanfaat. (Duh/Aye/sg)