SUARAGONG.COM – Pasca hujan deras yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo, Bupati Probolinggo Tinjau Banjir secara langsung ke lokasi terdampak di Kecamatan Sumberasih dan Kecamatan Tongas, Minggu (18/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Bupati Probolinggo Tinjau Banjir Didampingi OPD dan Forkopimka
Kehadiran Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris di tengah masyarakat terdampak. Menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons bencana hidrometeorologi yang kembali melanda wilayah tersebut. Selain meninjau kondisi lapangan, Bupati juga memberikan dukungan moril kepada warga.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bupati Haris didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimka. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Effendi, Kepala Bapelitbangda Juwono Prasetijo Utomo, Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Hudan Syarifuddin, Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief, serta sejumlah kepala dinas terkait lainnya.
Keterlibatan lintas OPD ini menunjukkan penanganan banjir dilakukan secara terpadu, mulai dari aspek kebencanaan, infrastruktur, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan.
Baca juga: Pemkab Probolinggo Gandeng BPKP Jatim Kembangkan Manajemen Kinerja
Meninjau Permukiman Warga dan Bantaran Sungai
Lokasi pertama yang dikunjungi Bupati Haris adalah Dusun Blibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih. Di lokasi ini, Bupati melihat langsung kondisi permukiman warga yang terdampak. Genangan air serta menyapa warga yang tengah membersihkan sisa lumpur banjir.
Peninjauan kemudian berlanjut ke jembatan perbatasan Desa Sumberbendo dan Desa Ambulu, serta bantaran sungai di Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih dan Desa Sumendi Kecamatan Tongas. Rangkaian kunjungan ditutup di Gang Sampo Dusun Bayeman Tengah, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas.
Baca juga: Cuaca Lagi Badmood, Laut Jatim Jadi Galak Nelayan Diminta Waspada
Konsep Besar Penanggulangan Bencana Berkelanjutan
Bupati Haris menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah menyiapkan konsep besar penanggulangan bencana yang berfokus pada respons cepat, asesmen akurat, mitigasi dini, dan kolaborasi berkelanjutan lintas sektor.
“Langkah-langkah konsep besar ini memang sudah kami siapkan sejak awal, bagaimana pemerintah bisa merespons lebih cepat, melakukan asesmen lebih terarah, serta mitigasi yang dilakukan lebih awal dan berkelanjutan,” ujar Bupati Haris.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Karakter Siswa SMP Probolinggo lewat Deep Learning
Pengalaman Bencana Jadi Dasar Evaluasi
Menurut Bupati Haris, pengalaman bencana sebelumnya menjadi dasar evaluasi kebijakan kebencanaan di Kabupaten Probolinggo. Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir daerah ini sempat kehilangan sekitar 13 jembatan akibat bencana, serta kembali dilanda banjir dalam satu hingga dua bulan terakhir akibat curah hujan tinggi.
“Tingginya intensitas hujan berdampak hampir merata, baik wilayah barat, tengah, maupun timur Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Baca juga: Pemkab Probolinggo dan Rutan Kraksaan Fokus Pembinaan Warga Binaan
Peran OPD hingga Desa dalam Mitigasi
Bupati Haris menegaskan pentingnya peran BPBD dan OPD terkait untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam melakukan asesmen dan mitigasi.
“Kami minta agar sebelum bencana terjadi, BPBD sudah memiliki laporan kondisi lapangan dan rencana langkah yang jelas,” tegasnya.
Baca juga: Penataan Parkir Alun-Alun Probolinggo Diperketat Dishub
Pemerintah Hadir Bersama Masyarakat
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Damkar, Tagana, relawan, hingga masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Saya pastikan pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat dalam kondisi seperti ini,” pungkas Bupati Haris. (duh/dny)