SUARAGONG.COM – Pernah ngerasa capek tapi bukan capek fisik? Bangun tidur rasanya udah lelah, kerja jalan tapi hati kosong. Dan semua hal yang dulu bikin semangat sekarang terasa hambar.
Kerja Keras Boleh, Hancur Mental Jangan: 6 Cara Atasi Burnout
Di tengah hidup yang serba cepat dan tuntutan yang nggak ada habisnya, burnout jadi “penyakit diam-diam” yang dialami banyak orang. Bahkan, survei CNN Indonesia tahun 2021 mencatat 77,3 persen responden mengaku pernah mengalami burnout. Angka yang nggak kecil, dan jujur aja, cukup mengkhawatirkan.
Burnout bukan cuma soal kerjaan numpuk. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa menggerus produktivitas, kesehatan mental, bahkan kualitas hidup secara keseluruhan. Jadi, sebelum makin tenggelam, yuk kenalan lebih dekat dengan burnout dan cara simpel buat keluar darinya.
Apa Itu Burnout?
Burnout adalah kondisi kelelahan emosional, mental, dan motivasi yang terjadi akibat stres berkepanjangan. Ini bukan cuma soal kurang tidur atau capek fisik, tapi rasa “kosong” dan kehilangan arah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Tanda-Tanda Burnout yang Sering Diabaikan
- Kelelahan berlebihan, baik fisik maupun emosional
- Kehilangan minat dan motivasi, bahkan pada hal yang dulu disukai
- Produktivitas menurun, kerja terasa lambat dan nggak maksimal
- Mood swing, gampang cemas, marah, atau frustrasi
- Menarik diri secara sosial, malas ketemu orang atau ngobrol
Kalau beberapa poin di atas terasa relate, itu bukan lebay—itu sinyal tubuh dan pikiranmu sedang minta jeda.
Kenapa Burnout Bisa Terjadi?
Menurut Medical News Today, burnout biasanya dipicu oleh beberapa faktor utama:
-
Beban kerja berlebihan : Deadline kejar-kejaran, tuntutan tinggi, dan jam kerja panjang bikin energi terkuras tanpa sempat diisi ulang.
-
Work-life balance yang kacau : Kalau hidup isinya cuma kerja, tanpa ruang buat diri sendiri, burnout tinggal nunggu waktu.
-
Kurangnya dukungan : Nggak punya tempat cerita, minim apresiasi, atau merasa sendirian bisa memperparah kondisi mental.
-
Sulit mengelola stres : Tanpa strategi coping yang sehat, stres kecil bisa numpuk jadi bom waktu.
6 Cara Mengatasi Burnout, Pelan Tapi Nyata
1. Jauhkan Diri dari Sumber Tekanan
Kalau kerjaan terlalu berat, ngobrol sama atasan bukan tanda lemah. Kadang, mengatur ulang beban kerja bisa bikin napas terasa lebih lega.
2. Balik ke Hal yang Kamu Nikmati
Nonton film favorit, dengerin musik, main game, masak, atau sekadar jalan sore. Aktivitas kecil yang bikin senang itu penting—itu cara otakmu recharge.
3. Tidur Itu Bukan Kemewahan
Kurang tidur bikin segalanya terasa lebih berat. Tidur cukup dan berkualitas membantu memulihkan energi, fokus, dan emosi.
4. Atur Prioritas, Jangan Mau Semuanya
Bikin to-do list dan fokus ke yang paling penting. Nggak semua hal harus selesai hari ini, dan itu nggak apa-apa.
5. Ubah Gaya Hidup Sedikit Demi Sedikit
Makan lebih sehat, minum air cukup, dan gerak badan ringan bisa berdampak besar ke kesehatan mental. Tubuh yang dirawat bikin pikiran lebih kuat.
6. Cari Support System
Cerita ke teman, keluarga, atau rekan kerja bisa jadi titik balik. Kalau merasa terlalu berat, ngobrol ke profesional juga pilihan yang valid—bukan tanda gagal.
Burnout bukan kelemahan, tapi tanda bahwa kamu sudah berjuang terlalu keras tanpa jeda. Nggak apa-apa buat berhenti sebentar, tarik napas, dan merawat diri sendiri. Karena pada akhirnya, kerja bisa nunggu—kesehatan mental kamu nggak.
Pelan-pelan, kamu bisa balik lagi. (Aye/sg)