Cak Nur–Mas Heli Tegaskan Komitmen Selamatkan Ikon Kota Batu

Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto bersama Komitmen menyelamatkan apel sebagai ikon khas Kota Batu.

Share

SUARAGONG.COM – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Panen Apel Bersama sekaligus Halal Bihalal yang digelar Gapoktan Mitra Arjuna di Lahan Apel Gimbo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kamis (9/4/2026). Acara ini turut dihadiri langsung Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto. Momen tersebut tak sekadar panen, tapi juga jadi ajang penegasan komitmen pemerintah dalam menyelamatkan apel sebagai ikon khas Kota Batu.

Panen Apel Bareng, Cak Nur–Mas Heli Tegaskan Komitmen Selamatkan Ikon Kota Batu

Dalam sambutannya, Cak Nur—sapaan akrab Nurochman—menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap bertahan di tengah berbagai tantangan. Ia juga menyoroti kondisi memprihatinkan terkait menyusutnya lahan apel dari tahun ke tahun.

“Inilah realitas yang harus kita hadapi. Saya tidak ingin apel sebagai ikon Kota Batu hilang begitu saja,” tegasnya di hadapan para petani.

Menurutnya, sejumlah persoalan seperti perubahan iklim, serangan hama, hingga penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia menjadi faktor utama menurunnya produktivitas apel.

3 Langkah Strategis

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Batu menyiapkan tiga langkah strategis. Pertama, penguatan dukungan teknis melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan penyaluran benih unggul, pupuk organik, serta pendampingan bagi petani.

Kedua, pemangkasan rantai distribusi melalui peran Koperasi CooSAE sebagai agregator dan offtaker. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan harga jual di tingkat petani agar lebih menguntungkan.

“Rantai distribusi harus kita pendekkan supaya petani tidak dirugikan,” jelas Cak Nur.

Varietas Apel Yang Lebih Tangguh

Langkah ketiga adalah inovasi varietas apel yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Pemkot Batu saat ini tengah bekerja sama dengan BRIN untuk mengembangkan varietas baru di Desa Sumbergondo, dengan target rampung dalam dua tahun ke depan.

Tak hanya itu, Cak Nur bersama Mas Heli juga mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dalam membangun sektor pertanian berbasis agrokreatif. Konsep ini dinilai menjadi kunci agar pertanian di Kota Batu tetap berkelanjutan dan mampu bersaing.

“Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta sangat penting untuk masa depan pertanian kita,” ujarnya.

Acara pun ditutup dengan suasana khidmat melalui pembacaan pantun yang sarat makna, mengajak semua pihak untuk terus menjaga kelestarian pertanian.

Dengan semangat kebersamaan ini, Pemkot Batu berharap sektor apel tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali bangkit sebagai kebanggaan daerah dan penopang ekonomi masyarakat. (Aye/sg)