Catatan Akhir Tahun Gerindra DPRD Malang: MBG Tembus 250 Ribu Penerima

Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang merilis catatan akhir tahun 2025. Program MBG capai 250 ribu penerima, ketahanan pangan makin solid.

Share

SUARAGONG.COM – Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang tahun 2025, khususnya dalam mengawal implementasi tiga program prioritas nasional yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di daerah. Tiga program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, serta aktivasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Gerindra DPRD Kabupaten Malang Paparkan Capaian MBG

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG di Kabupaten Malang menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

Hingga akhir 2025, tercatat 154 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk di Kabupaten Malang.

“Dari total 154 SPPG, sebanyak 123 sudah aktif beroperasi dan 31 masih dalam tahap persiapan. Jumlah penerima manfaatnya sudah lebih dari 250 ribu orang,” ujar Zia.

Menurutnya, Fraksi Gerindra berkomitmen penuh untuk terus mengawal program MBG agar berjalan optimal dan tepat sasaran, mengingat perannya yang strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami memastikan setiap SPPG beroperasi sesuai standar, termasuk yang masih dalam proses persiapan,” jelasnya.

Evaluasi Ketat Usai Insiden Keracunan

Zia menegaskan, Fraksi Gerindra tidak akan segan melakukan evaluasi dan teguran apabila ditemukan SPPG yang tidak menjalankan operasional sesuai ketentuan. Hal ini menyusul adanya insiden keracunan makanan di salah satu sekolah di Kepanjen beberapa waktu lalu.

“Kami tegur, kami datangi, dan kami telusuri. Ini menjadi bahan evaluasi serius. Maklum, ini tahun pertama program berjalan, sehingga evaluasi harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Kabupaten Malang Resmi Berstatus Tahan Pangan

Selain MBG, Fraksi Gerindra juga menyoroti capaian ketahanan pangan di Kabupaten Malang. Berdasarkan data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA), Kabupaten Malang telah mencapai status tahan pangan sejak akhir 2024.

Sebanyak 378 desa dan 12 kelurahan kini berstatus tahan pangan, tanpa lagi desa yang masuk kategori rentan pangan, baik tingkat rendah maupun sedang.

“Saat ini tidak ada lagi desa yang masuk kategori rentan pangan. Capaian ini harus terus dipertahankan, apalagi Kabupaten Malang merupakan lumbung pangan di Jawa Timur,” tutur Zia.

Baca Juga : Polres Malang Perketat Pembatasan Truk Sumbu Tiga Jelang Tahun Baru

390 Koperasi Merah Putih Telah Diaktivasi

Program prioritas nasional lainnya yang turut dikawal Fraksi Gerindra adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga kini, sebanyak 390 Koperasi Merah Putih telah diaktivasi di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Malang.

“Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting untuk menggeliatkan roda perekonomian daerah. Unit usaha yang dijalankan juga harus mengacu pada kearifan lokal masing-masing wilayah,” katanya.

Ke depan, Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang berharap seluruh program prioritas nasional tersebut dapat semakin berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pada tahun 2026 mendatang. (Aye/sg)