Dagelan IGRS di Steam: Salah Kaprah Ngasih Rating Game: Game 18+ Malah jadi 3+?

Niat hati pengen melindungi anak-anak lewat sistem rating lokal, IGRS yang baru aja diintegrasikan ke Steam malah salah kaprah ngasih rating

Share

SUARAGONG.COM – Dunia game Indonesia lagi geger! Niat hati pengen melindungi anak-anak lewat sistem rating lokal, Indonesia Game Rating System (IGRS) yang baru aja diintegrasikan ke Steam malah berujung jadi bahan lawakan para gamer dan developer.

Dagelan IGRS di Steam: PUBG Jadi Game Balita, Coffee Talk Malah 18+

Gimana nggak ketawa? Klasifikasi usia yang muncul di platform Valve ini beneran “nyeleneh” dan nggak masuk akal. Masa iya, game dewasa dibilang aman buat balita, sementara game lokal yang edukatif malah dibatasi?

Rating dari IGRS (X)

1. Klasifikasi yang “Mabuk” Rating

Sejak resmi diwajibkan oleh Menkomdigi, Meutya Hafid, para gamer nemuin banyak kejanggalan yang bikin geleng-geleng kepala:

  • PUBG & Call of Duty: Game perang-perangan ini dapet label 3+ (Ramah Anak). Padahal isinya headshot sana-sini!
  • Nukitashi: Game bernuansa dewasa (NSFW) malah dilabeli 3+. Bayangin kalau bocil yang instal, Bolo!
  • Coffee Talk & A Space for the Unbound: Game naratif karya anak bangsa yang penuh pesan moral malah kena hantam label 18+.
  • Baldur’s Gate 3 & GTA V: Malah dapet status ‘Refused Classification’, alias terancam dihapus/diblokir dari Indonesia karena dianggap nggak layak edar.

2. Protes Keras dari “Bapak” Game Indonesia

CEO Toge Productions, Kris Antoni, nggak tinggal diam. Lewat akun X miliknya, dia melayangkan protes keras soal ketidakkonsistenan ini.

“Sistem Rating Game Indonesia kasih label game konten seksual dewasa cocok buat usia 3 tahun ke atas. Sementara game pemenang penghargaan kayak Metal Gear Solid Delta dibilang nggak layak edar. This makes no sense!” tulisnya pedas.

3. Tiba-tiba Menghilang: Takut Dihujat?

Lucunya, setelah gelombang protes meledak di media sosial, per hari ini, Senin (6/4) pukul 11.30 WIB, logo-logo IGRS di Steam tiba-tiba lenyap secara misterius! Rating di Steam balik lagi ke standar global kayak PEGI.

Apakah ini pertanda sistemnya lagi “diservis” atau emang menyerah karena dihujat netizen se-Indonesia?

Gimana menurutmu, Bolo? Harusnya pemerintah beneran riset dulu sebelum nerapin aturan, atau emang sistem penilaian mandirinya yang lagi “error”? Yang jelas, jangan sampai niat baik malah jadi penghambat industri kreatif lokal ya! (Wahyu/aye)