SUARAGONG.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (jatim) Emil Elestianto Dardak memastikan pekerjaan perbaikan saluran drainase di Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, telah selesai dikerjakan. Meski demikian, proyek tersebut tetap akan dikawal ketat selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan.
Wagub Jatim Pastikan Pekerjaan Drainase Soekarno Hatta (Suhat) Selesai
Kepastian itu disampaikan Emil saat meninjau langsung lokasi bersama Wakil Wali Kota Malang, usai berkoordinasi dengan Wali Kota Malang.
“Pekerjaan fisik sudah selesai, tapi selama masa pemeliharaan enam bulan sejak kontrak berakhir, itu masih menjadi tanggung jawab pelaksana. Dan kami akan mengawal,” tegas Emil.
Masih Ada Catatan Teknis
Meski rampung, Emil mengungkapkan masih ada sejumlah catatan teknis di lapangan. Salah satunya adalah lubang saluran yang terisi pasir dan sedimen, akibat material masuk ke saluran saat beberapa titik pengerjaan belum tertutup sempurna.
Selain itu, ditemukan pula tutup box tangkapan air yang tertutup aspal, sehingga tidak bisa dibuka, serta plat manhole yang posisinya menonjol dan tidak sejajar dengan permukaan jalan.
“Box tangkapan air ini fungsinya menyaring sedimen dan sampah sebelum masuk ke saluran utama. Jaraknya sekitar lima meter. Kalau tertutup aspal, tentu harus dibenahi,” ujarnya.
Apresiasi untuk PUSDA
Meski ada beberapa catatan, Emil tetap memberikan apresiasi kepada Dinas PU Sumber Daya Air (PUSDA) yang dinilai mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Menurutnya, percepatan tersebut penting untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas pelaku usaha di kawasan Suhat.
“Hasil uji petik secara acak tadi, kondisinya sudah jauh lebih baik,” katanya.
Ingatkan Ketertiban Pascaproyek
Emil juga menyoroti persoalan ketertiban pascapengerjaan. Ia menilai kondisi jalan yang relatif lebih rendah kerap dimanfaatkan sebagai area parkir liar, bahkan dipasangi plang dan banner oleh oknum tertentu.
“Insyaallah tetap laku tanpa harus seperti itu. Area yang seharusnya clear, mohon dijaga,” imbaunya.
Proyek Lanjutan Diminta Tak Merugikan Pedagang
Terkait rencana lanjutan, Emil menyampaikan bahwa tahun ini akan ada pengerjaan lantai di kawasan tersebut. Ia meminta Pemerintah Kota Malang mengatur jadwal dengan matang agar pelaku usaha tidak kembali terdampak.
“Jangan sampai pelaku usaha sengsara dua kali. Kalau bisa dilelang cepat, ya dilelang cepat,” tegasnya.
Baca Juga : Proyek Drainase Suhat Ditarget Rampung Akhir 2025
Program NUFReP dan Bozem
Dalam kesempatan yang sama, Emil juga menyinggung Program New Urban Flood Resilience (NUFReP) yang didanai Bank Pembangunan Asia melalui pemerintah pusat. Program ini telah memasuki tahap lelang di beberapa titik Kota Malang, seperti kawasan Bondowoso–Tidar, Jalan Jaksa Agung Suprapto, serta pembangunan bozem di wilayah Bondowoso–Tidar.
“Bozem ini seperti danau untuk meningkatkan daya tahan banjir. Harapannya, kerawanan banjir di Kota Malang dan Malang Raya bisa berkurang,” jelasnya.
Emil menegaskan, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membenahi Malang Raya yang telah ditetapkan. Sebagai kawasan metropolitan prioritas nasional.
“Kami tidak mengatakan semua langkah ini sempurna, tapi ini bentuk konsistensi untuk terus membenahi,” pungkasnya.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga hasil pengerjaan drainase tersebut. Ia meminta warga turut mengawasi dan melaporkan kondisi di lapangan.
“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga proyek ini. Jangan dirusak, karena ini demi kepentingan bersama dan kepentingan publik,” tegasnya. (fat/aye/sg)