Digitalisasi Posyandu Probolinggo 2026 Pakai Data dan Teknologi

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin

Share

SUARAGONG.COM – Digitalisasi Posyandu Probolinggo 2026 resmi diluncurkan Pemerintah Kota Probolinggo, Kamis (5/2/2026). Program ini jadi langkah serius Pemkot buat naik kelas dalam layanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu, anak, dan keluarga, lewat pemanfaatan data dan teknologi digital.

Peluncuran digelar di Ruang Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo dan dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin. Acara ini juga dihadiri jajaran kepala OPD, pimpinan rumah sakit, puskesmas, kader Posyandu, sampai ibu hamil penerima manfaat program.

Transformasi Layanan Lewat Digitalisasi Posyandu Probolinggo 2026

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, menjelaskan kalau Posyandu sekarang sudah jauh berkembang. Bukan cuma urusan balita dan ibu hamil, tapi mencakup seluruh siklus hidup lewat Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

“Sekarang layanan Posyandu makin kompleks. Karena itu, digitalisasi Posyandu Probolinggo 2026 lewat aplikasi Siskia Mobile penting banget supaya pendataan dan pelaporan bisa real time dan rapi,” jelas dr. Intan.

Lewat sistem digital ini, kader Posyandu nggak perlu lagi ribet catat manual. Semua data bisa langsung masuk sistem dan dipantau bareng-bareng.

Baca juga: Raperda DPRD Probolinggo 2026 Mulai Dibahas di Paripurna

Data Real Time Bikin Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Salah satu keunggulan dari digitalisasi Posyandu Probolinggo 2026 adalah data kesehatan warga yang langsung tercatat dan bisa dipantau kapan saja. Ini jadi bekal penting buat pemerintah daerah dalam bikin kebijakan yang tepat sasaran, terutama soal penurunan angka kematian ibu (AKI).

Di Kota Probolinggo sendiri ada 219 Posyandu di 29 kelurahan. Semua Posyandu itu bakal difasilitasi tablet supaya kader bisa input data, bikin laporan, dan komunikasi layanan kesehatan dengan lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Percepat Tanam Padi, Poktan Sedap Malam Tiga Manfaatkan Rice Transplanter

Jam Tangan Kesehatan, Pantau Ibu dan Anak Nonstop

Nggak cuma Posyandu yang go digital, Pemkot Probolinggo juga meluncurkan jam tangan kesehatan buat ibu hamil. Alat ini dipakai buat memantau kondisi kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, sampai balita secara berkelanjutan.

Dengan teknologi ini, potensi risiko kesehatan bisa dideteksi lebih awal. Jadi, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi makin serius. Target besarnya jelas menekan angka kematian ibu dan bayi.

Baca juga: Petugas Lakukan Pencarian Balita Hilang di Sungai Sentong Probolinggo

Kota Probolinggo Jadi Pelopor Nasional

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyebut kalau Kota Probolinggo jadi kota kedua di Indonesia setelah Kabupaten Sumedang yang menerapkan digitalisasi Posyandu terintegrasi seperti ini.

“Pembangunan itu harus dimulai dari data. Lewat digitalisasi Posyandu Probolinggo 2026, kita bisa monitoring dan evaluasi kesehatan warga dengan lebih akurat. Semua Posyandu kita fasilitasi tablet supaya kerja kader makin efektif,” tegasnya.

Baca juga: Laporan PMII Probolinggo DPRD Resmi Masuk BK

Angka Kematian Ibu Turun Drastis

Masih di momen yang sama, Wali Kota juga menyampaikan kabar positif. Angka kematian ibu di Kota Probolinggo mengalami penurunan signifikan. Pada 2025, angkanya tercatat 82,37 per 100.000 kelahiran hidup, turun jauh dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini disebut sebagai hasil kerja bareng antara Dinas Kesehatan, tenaga medis, dan para kader Posyandu yang terus aktif di lapangan.

Baca juga: Piala Afkab Probolinggo 2026 Digelar, Arjuna Muda Kraksaan Juara

Kader Posyandu “Kerja Jadi Lebih Mudah”

Program ini juga disambut positif oleh para kader Posyandu. Salah satu kader mengaku sangat terbantu dengan adanya tablet dari Pemkot.

“Terima kasih kepada Pak Wali Kota. Dengan tablet ini, penginputan data dan laporan jadi jauh lebih gampang dan rapi,” ujarnya.

Baca juga: Prestasi Pelajar SMP Probolinggo Borong 8 Medali IPS Jatim

Menuju Layanan Kesehatan yang Lebih Modern

Lewat digitalisasi Posyandu Probolinggo 2026 dan penggunaan teknologi kesehatan terintegrasi, Pemkot Probolinggo optimistis layanan kesehatan masyarakat bisa makin responsif, modern, dan tepat sasaran. Program ini juga jadi bagian dari upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan. (duh/dny)