Dinkes Kota Malang Targetkan 3.000 Kasus TBC Terdeteksi pada 2025

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat langkah dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC/TB) (Aye)

Share

SUARAGONG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat langkah dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC/TB). Salah satu penyakit menular yang masih menjadi ancaman kesehatan global tak terkecuali di Bumi Arema Malang. Data menunjukkan, secara global TBC telah menyumbang 1 miliar kematian dalam 200 tahun terakhir. Pada 2023, tercatat 10,8 juta orang mengidap TBC dan 1 juta orang meninggal dunia. Indonesia pun menempati posisi kedua kasus TBC tertinggi di dunia setelah India.

Dinkes Kota Malang Terus Telusuri dan Upayakan Temukan Kasus TBC: Putus Rantai Penularan

Pada 2025, diperkirakan 1.090.000 orang di Indonesia akan sakit TBC dan 125.000 di antaranya meninggal akibat penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menemukan kasus secara aktif.

“Kami sudah menemukan 1.800 kasus TBC dari target 3.000 kasus pada tahun 2025 nanti,” ungkapnya, Jumat (12/9).

Menurut Husnul, tercapainya target tersebut berarti jumlah kasus yang ditemukan sudah sesuai dengan prevalensi TBC di Kota Malang berdasarkan perhitungan Dinkes Provinsi Jawa Timur. Dengan begitu, rantai penularan dapat diputus baik di lingkungan keluarga maupun komunitas.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama dari para kader kesehatan, yang selama ini sudah aktif membantu dalam berbagai program kesehatan di Kota Malang,” jelasnya.

Baca Juga : Jombang Bentuk Tim Siaga TBC di 302 Desa

Pentingnya Literasi dan Hilangkan Stigma

Husnul menekankan pentingnya literasi mengenai TBC, khususnya bagi pasien dan keluarganya. Selama ini, stigma negatif sering membuat penderita merasa malu, enggan berobat, bahkan kurang mendapat dukungan.

“Dengan pemahaman yang baik, stigma tersebut dapat dihapus, sekaligus mendorong pasien lebih patuh menjalani pengobatan yang sebenarnya gratis di fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Sejalan dengan Arahan Pemerintah Pusat

Komitmen ini, kata Husnul, selaras dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong pemerintah daerah lebih aktif melakukan pengawasan dan percepatan penanggulangan TBC.

Ia menyebut, percepatan itu meliputi penemuan kasus lebih dini, peningkatan keberhasilan pengobatan, pencegahan penularan, serta memperkuat sinergi lintas sektor. (fat/aye)