SITUBONDO, SUARAGONG.COM – Upaya menjaga ekosistem perairan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Kali ini, Disnakkan Situbondo musnahkan ikan aligator yang ditemukan warga pasca banjir bandang di Kecamatan Besuki. Ikan aligator tersebut diketahui merupakan spesies asing invasif yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan lokal. Temuan warga itu langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Situbondo sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Disnakkan Situbondo Musnahkan Ikan Aligator Sesuai Aturan
Proses pemusnahan dilakukan di Kantor Disnakkan Situbondo, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Disnakkan Situbondo, Sugeng Purwo Priyanto, bersama jajaran staf.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut petugas Pengawas dan Penyuluh Perikanan, Kristian Hadi Surya. Pemusnahan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan.
Sugeng menjelaskan, tindakan ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata perlindungan ekosistem perairan Situbondo dari ancaman spesies asing invasif.
Baca juga: Sertijab Kejari Situbondo Tiga Kasi Resmi Berganti
Bahaya Ikan Aligator bagi Perairan Lokal
Menurut Sugeng, ikan aligator atau Arractosteus spatula bukan ikan biasa. Spesies ini dikenal sebagai predator puncak yang bisa mengganggu rantai makanan di perairan.
“Ikan aligator punya potensi besar mengancam keanekaragaman hayati. Dia bisa memangsa ikan lokal, udang, sampai anak ikan yang punya nilai ekonomi penting,” jelasnya.
Kalau dibiarkan, keberadaan ikan ini bisa memicu kompetisi sumber daya, mengubah struktur ekosistem, dan membuat populasi ikan lokal terancam.
Baca juga: Bapenda Situbondo Laksanakan Penyampaian SPPT PBB-P2 2026
Peran Warga Jadi Kunci Pengawasan Spesies Invasif
Sugeng juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melapor setelah menemukan ikan tersebut. Ia berharap, ke depan warga semakin sadar pentingnya menjaga ekosistem perairan bersama-sama.
“Kalau masyarakat menemukan spesies asing invasif atau aktivitas yang mengancam kelestarian perairan, segera laporkan. Sinergi antara pemerintah dan warga itu kunci,” ujarnya.
Langkah Disnakkan Situbondo musnahkan ikan aligator ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan, demi generasi sekarang dan yang akan datang. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam konvensi internasional tentang keanekaragaman hayati dan pengendalian spesies invasif. (fin/dny)