DPR Sebut Penurunan Biaya Haji Tahun 2025 Sulit Terwujud

FT : Presiden Prabowo Subianto mintan untuk menurunkan lagi angka biaya haji 2025, Di mana diketahui biaya saat ini menjadi Rp55 juta/sc : Kemenag, DPR RI

Share

SUARAGONG.COM – Presiden Prabowo Subianto masih belum puas dengan angka penurunan biaya haji 2025 yang telah disepakati menjadi Rp55 juta. Sehingga Presiden RI tersebut meminta untuk penurunan biaya lagi. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengungkapkan bahwa Presiden berharap biaya haji yang dibebankan kepada jemaah dapat diturunkan lagi.

“Tentu Pak Presiden mengucapkan terima kasih kepada anggota panja, tetapi kelihatannya beliau masih ingin agar biaya haji bisa lebih rendah lagi,” ujar Marwan usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/1/2025).

Meski demikian, Marwan menyebutkan bahwa penurunan biaya lebih lanjut tidak mungkin dilakukan tahun ini karena sudah ada keputusan bersama antara pemerintah dan DPR. “Arahan Pak Presiden menjadi catatan kami. Mungkin tidak untuk periode ini, tetapi akan menjadi pertimbangan di tahun 2026,” jelasnya.

Penurunan Biaya Haji Hingga Rp4 Juta

Pemerintah dan DPR telah menyepakati rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 sebesar Rp89,41 juta, turun Rp4 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Dampaknya, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayar jemaah juga turun menjadi Rp55,43 juta dari Rp56,04 juta pada 2024.

Marwan menambahkan bahwa DPR dan Presiden memiliki pandangan serupa, yakni masih ada potensi penurunan biaya hingga Rp1 juta atau Rp2 juta di masa mendatang. Namun, hal ini sangat bergantung pada kurs mata uang asing dan efisiensi yang dilakukan.

Baca Juga : Pj. Gubernur Jatim Gagas Sistem Passport On Board Bagi Jemaah Haji dan Umroh untuk Percepat Layanan Imigrasi

Efisiensi dan Kuota Jemaah

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa penurunan biaya haji tahun ini berhasil dicapai melalui efisiensi di berbagai sektor. “Efisiensi ini dilakukan terhadap akomodasi, konsumsi, dan layanan di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), serta operasional di dalam dan luar negeri,” ujar Hilman.

Total efisiensi yang berhasil dicapai pada 2024 mencapai Rp600 miliar. Selain itu, pembelian sejumlah alat pendukung ibadah jemaah yang sudah dilakukan pada 2024 turut membantu menekan biaya pada 2025.

Indonesia tahun ini mendapat kuota haji sebanyak 221.000 orang, yang terdiri dari 201.063 jemaah reguler, 17.680 jemaah haji khusus, serta petugas dan pembimbing ibadah haji.

Hilman juga mengapresiasi tim pengadaan Kemenag yang ulet dalam melakukan negosiasi dengan penyedia layanan di Arab Saudi. “Keberhasilan negosiasi ini memungkinkan kami untuk menurunkan biaya haji secara signifikan,” pungkasnya.(aye)

Baca Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News.