SUARAGONG.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr dr Benjamin Kristianto MKes, menyebut program unggulan Presiden Prabowo Subianto berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat (SR) menjadi pondasi penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya keluarga di wilayah pedesaan. Hal ini disampaikan juga oleh Dr Benjamin Kristianto atau Dr Beny yang Optimistis MBG dan SR Jadi Motor Peningkatan Ekonomi Keluarga.
Dr Benjamin Kristianto Optimistis MBG dan Sekolah Rakyat Jadi Motor Peningkatan Ekonomi Keluarga
Politisi Partai Gerindra itu meyakini, dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, Presiden Prabowo mampu mengelola potensi nasional secara optimal, terutama di sektor pertambangan, untuk mendukung keberlanjutan program-program strategis pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Dr Benjamin saat kegiatan Sosialisasi Peningkatan Ekonomi Keluarga terhadap Penurunan Angka Stunting yang digelar di Hotel Halogen, Sidoarjo, Minggu (1/2/2026).
MBG Libatkan UKM hingga Petani Lokal
Pemilik Rumah Sakit Shella Medika ini menjelaskan, strategi utama dalam program MBG adalah memberdayakan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di daerah.
“Menu MBG berasal dari kearifan lokal. Program ini juga menjalin sinergi dengan UKM setempat. Untuk bahan makanan bisa bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan. Selain lebih murah karena dibeli dalam jumlah besar, bahan juga masih segar,” terangnya.
Menurutnya, program makan bergizi gratis bukan sekadar pemenuhan gizi anak. Melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
“Tujuannya jelas, menyiapkan generasi sehat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tambah pria yang akrab disapa dr Beny itu.
Baca Juga : Tanggapan Kepala BGN Soal Gugatan Dana MBG Masuk MK
Anggaran MBG dan Sekolah Rakyat Sudah Dipetakan
Dr Beny juga menanggapi sejumlah isu terkait penggunaan anggaran MBG. Ia menyebut, karena leading sector berada di bidang pendidikan. Sebagian besar anggaran pendidikan dialokasikan untuk program tersebut.
“Kalau ada yang bertanya kenapa tidak memakai anggaran Kementerian Sosial. Itu karena anggaran Kemensos sudah dialokasikan untuk Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah juga merencanakan penambahan anggaran MBG yang bersumber dari sektor pertambangan. Namun, mekanisme teknisnya masih dalam tahap perancangan dan belum disosialisasikan secara luas.
Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, Dr Beny optimistis program MBG dan SR tidak hanya menekan angka stunting. Tetapi juga mampu memperkuat ekonomi keluarga dan mendorong kemandirian masyarakat di daerah. (Wahyu/Aye/sg).