Drama Motor Listrik MBG: Menkeu Sebut Pengadaan Ditolak

Drama Motor MBG, Menkeu purbaya ngerasa pengajuan buat motor operasional itu sebenarnya pengadaanya sudah ditolak

Share

SUARAGONG.COM – Lagi rame banget nih di timeline soal pengadaan motor listrik buat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar ini makin panas setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kasih statement yang bikin netizen bertanya-tanya. Pasalnya, beliau ngerasa pengajuan buat motor operasional itu sebenarnya sudah ditolak. Wah, kok bisa beda server gini ya?

Drama Motor Listrik MBG: Menkeu Sebut Pengadaan Sudah Ditolak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terang-terangan bilang kalau setahunya pengajuan motor listrik buat Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu nggak di-acc. Beliau spill kalau tahun lalu pengajuan serupa—termasuk komputer dalam jumlah banyak—pernah ditolak karena dianggap belum mendesak.

“Harusnya utamanya buat makanan. Kalau pebisnisnya, untung cukup. Tapi saya akan double check lagi,” ujar Purbaya. Intinya, Menkeu pengen anggaran negara difokusin buat kualitas makanan yang bakal sampai ke perut masyarakat, bukan buat fasilitas operasional yang “wah”. Prioritas itu penting, ngab!

Kepala BGN Klarifikasi: Bukan 70 Ribu Unit, Itu Hoaks!

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, punya penjelasan sendiri. Beliau negasin kalau pengadaan motor listrik ini emang masuk dalam anggaran 2025 buat dukung mobilitas Kepala SPPG di lapangan.

Dadan juga gercep menepis berita hoaks yang bilang kalau pengadaannya sampai 70.000 unit. “Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” tegasnya. Jadi, jumlahnya nggak sebanyak yang digosipin di sosmed ya, guys. Prosesnya pun bakal dilakukan bertahap mulai Desember 2025 nanti.

Baca Juga : Sanksi Tegas Purbaya ke Alumni LPDP Picu Kontroversi

Vibes-nya Lagi ‘Mixed Signal’

Kasus ini bener-bener nampilin mixed signal antara kementerian terkait. Satu sisi mau hemat anggaran buat fokus ke program utama (makanan), di sisi lain butuh kendaraan operasional biar programnya jalan lancar.

Buat kita yang cuma bisa memantau, harapannya sih anggaran yang pakai uang rakyat ini bener-bener dipake secara efektif. Jangan sampai motornya baru, tapi distribusi makanannya malah delay.

Kalau menurut kalian gimana nih? Mending anggarannya buat nambah porsi makanan atau emang butuh motor listrik biar petugasnya makin sat-set di lapangan? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya! (Aye/sg)