Dry Fountain Jadi Daya Tarik Baru Alun-alun Malang

Ft: Bundaran di tengah Alun-alun Kota Malang untuk Air Mancur Dry Fountain. (fat)

Share

SUARAGONG.COM – Suasana Alun-alun Merdeka Kota Malang kini tampil berbeda. Di tengah ruang terbuka hijau yang menjadi ikon pusat kota, semburan air menari dari permukaan lantai tanpa kolam. Inilah air mancur kering (dry fountain), wahana baru hasil revitalisasi yang dirancang sebagai ruang bermain interaktif sekaligus elemen estetika kawasan.

Wajah Baru Alun-alun Merdeka Kota Malang dengan Dry Fountain

Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang menghadirkan konsep ruang publik yang lebih ramah keluarga dengan dibangunnya wahana air mancur kering (dry fountain). Berbeda dari air mancur konvensional, fasilitas ini dirancang tanpa kolam sehingga aman digunakan anak-anak hingga orang dewasa.

Keberadaan dry fountain ini menyatu langsung dengan area pedestrian, memungkinkan pengunjung beraktivitas, berjalan, hingga bermain air langsung di atas permukaannya tanpa risiko terpeleset atau tenggelam.

Konsep Aman dan Inklusif

Kontraktor revitalisasi Alun-alun Merdeka, Yosep Dwi Prasetya Adi, menjelaskan bahwa air mancur tersebut sejak awal dirancang sebagai fasilitas publik yang aman, inklusif, dan mudah diakses oleh semua kalangan.

“Air mancur yang kami hadirkan ini dikonsep di ruang terbuka, sehingga bisa digunakan bermain anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Yosep.

Menurutnya, konsep dry fountain dipilih agar Alun-alun Merdeka tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang hidup dan dinamis.

Percantik Alun-alun Saat Malam Hari

Tak hanya menjadi wahana bermain di siang hari, air mancur kering ini juga dilengkapi sistem pencahayaan lampu warna-warni yang akan menyala pada sore hingga malam hari. Lampu tersebut menciptakan tampilan visual yang menarik sekaligus menambah kesan estetik kawasan pusat kota.

“Dengan lampu warna-warni, tampilannya akan lebih indah terutama saat sore dan malam hari,” jelas Yosep.

Kehadiran pencahayaan ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung, bersantai, dan menikmati suasana Alun-alun Merdeka pada malam hari.

Operasional dan Perawatan di Bawah DLH

Terkait operasional, Yosep menyampaikan bahwa pengelolaan air mancur sepenuhnya akan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Air mancur tidak akan beroperasi secara terus-menerus karena membutuhkan jeda untuk perawatan rutin.

“Untuk operasional kami serahkan ke DLH. Setelah difungsikan tentu butuh jeda untuk perawatan secara berkala agar fasilitas tetap aman dan terjaga,” terangnya.

Tekanan Air Fleksibel, Ramah Anak

Dari sisi teknis, sistem air mancur telah dilengkapi pengaturan tekanan air yang fleksibel. Kekuatan semburan air dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, khususnya ketika banyak anak-anak bermain.

“Tekanan air bisa diatur. Kalau banyak anak-anak, bisa disetel agar tidak terlalu kencang. Saat awal beroperasi akan diatur manual, tapi ke depannya bisa disesuaikan secara periodik,” tambah Yosep.

Lengkap dengan Shower dan Kamar Mandi

Untuk menunjang kenyamanan dan keamanan pengunjung, terutama keluarga, kawasan dry fountain juga dilengkapi dengan kamar mandi dan shower. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung membilas badan setelah bermain air.

“Orang tua tidak perlu khawatir, karena sudah disediakan kamar mandi shower untuk membilas setelah bermain air mancur,” pungkasnya.

Dengan hadirnya air mancur kering ini, Alun-alun Merdeka Kota Malang diharapkan tak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi pusat aktivitas rekreasi keluarga yang aman, nyaman, dan menarik bagi warga maupun wisatawan. (fat/aye/sg)