SURABAYA, SUARAGONG.COM – Ada kabar gembira nih buat warga Kota Pahlawan! Berdasarkan data terbaru dari BPS, Ekonomi Surabaya Naik 2025 sampai ke angka 5,87 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang cuma di kisaran 5,76 persen. Meskipun kondisi global lagi gak menentu, Surabaya terbukti tetep punya pondasi yang kuat banget.
Pencapaian Hasil Bareng-Bareng
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bilang kalau pencapaian ini adalah hasil kerja keras bareng-bareng. Fondasi ekonomi kita makin kokoh karena semua sektor usaha dan masyarakat ikut gerak bareng. “Ke depan, kita bakal fokus dorong ekonomi lokal lewat industri kreatif dan kasih panggung buat anak muda,” kata Cak Eri, Kamis (12/3/2026).
Baca juga: Unair Bagikan 10 Ribu Paket Ramadan Berkah ke 18 Daerah Jatim
Belanja Rumah Tangga Masih Jadi Andalan
Kalau diintip dari datanya, sektor perdagangan, bengkel, sampai industri pengolahan masih jadi tulang punggung. Tapi yang menarik, sektor kuliner dan akomodasi juga kontribusinya gede banget. Ini bukti kalau Surabaya emang gak ada matinya soal makanan dan tempat nongkrong.
Gak cuma itu, konsumsi rumah tangga juga jadi penggerak utama. Ditambah lagi, angka investasi yang ikut naik bikin Ekonomi Surabaya Naik 2025 makin terasa dampaknya buat warga. Semua bergerak positif buat bikin kota ini makin makmur.
Baca juga: Tetep On Duty! Pemkot Surabaya Terapkan Piket dan WFA Pas Lebaran
Anak Muda Surabaya Dapat Stimulus 5 Juta per RW
Nah, ini yang paling ditunggu-tunggu sama Gen Z! Kepala Bappeda, Irvan Wahyudrajad, jelasin kalau Pemkot Surabaya lagi nyiapin database pelaku ekonomi kreatif. Tujuannya biar kebijakan yang diambil pas sasaran dan bikin jejaring usaha makin luas.
Bahkan, ada program keren buat anak muda di kampung-kampung. Ada stimulus Rp5 juta per RW buat dukung kegiatan kreatif kalian. Entah itu buat mulai bisnis kecil-kecilan atau bikin acara seru di lingkungan rumah, yang penting produktif dan bikin ekonomi muter.
Baca juga: PPPK Penuh dan Paruh Waktu Surabaya Dapat THR
Sulap THR Jadi Ruang Kreatif yang Estetik
Pemkot juga serius banget nata pariwisata kota. Salah satunya adalah proyek kawasan eks THR yang bakal disulap jadi pusat ekonomi kreatif. Nantinya, tempat ini bakal jadi titik temu seni, budaya, sampai kuliner yang terintegrasi.
Kampung tematik dan urban tourism juga makin digencarkan. Tujuannya biar kampung gak cuma tempat tinggal, tapi bisa jadi destinasi wisata yang menghasilkan cuan buat warga sekitar. Dengan sinergi semua pihak, Surabaya optimis pertumbuhan ini bakal terus berlanjut dan buka banyak lapangan kerja baru. (wahyu/dny)