SUARAGONG.COM – Awan Panas Melayang, Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat pada Sabtu pagi (14/2/2026). Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut meluncurkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai sekitar 6 kilometer ke arah Besuk Kobokan.
Detik-Detik Awan Panas Gunung Semeru Pecah, Penambang Pasir Lari Berhamburan
Detik-detik luncuran awan panas terekam kamera CCTV BPBD Lumajang di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi tiga kali awan panas guguran. Masing-masing pada pukul 05.54 WIB, 07.50 WIB, dan 09.00 WIB.
Getaran gempa akibat guguran tersebut memiliki amplitudo 22 mm dengan durasi sekitar 90 detik. Sesaat setelah kejadian, asap pekat terlihat membumbung tinggi ke arah sisi utara gunung.
Penambang Pasir Panik di Aliran Sungai
Intensitas guguran yang besar memicu kepanikan di area aliran sungai Besuk Kobokan. Puluhan penambang pasir yang tengah bekerja di lokasi tersebut berlarian menyelamatkan diri untuk menghindari terjangan material vulkanik.
Meski menimbulkan kepanikan, hingga saat ini belum ada laporan dampak langsung terhadap permukiman warga. Hal ini karena lokasi guguran masih berada jauh dari kawasan hunian.
Dipicu Aktivitas Gempa Vulkanik Dalam
Peningkatan aktivitas Semeru dipicu oleh tingginya gempa vulkanik dalam yang terekam selama dua hingga tiga hari terakhir. Saat ini status gunung masih berada pada Level III (Siaga).
Pihak berwenang melarang keras warga maupun wisatawan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak, serta hingga 13 kilometer sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Baca Juga : Cuaca Gak Bersahabat, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup
Sirine Evakuasi Disiagakan
Untuk mengantisipasi korban jiwa, Tim Reaksi Cepat telah ditempatkan di sejumlah titik rawan. BPBD Lumajang juga mengaktifkan sistem peringatan dini melalui sirine di jalur evakuasi.
“Antisipasi kita tetap standby di pos dan memasang sirine. Apabila terjadi APG dengan luncuran jauh, kita nyalakan sirine. Pasukan juga standby di jalur evakuasi untuk membantu warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho.
Masyarakat di sekitar lereng Semeru diimbau tetap waspada serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut. (Aye/sg)