SITUBONDO, SUARAGONG.COM – Suasana Asembagus lagi rame banget akhir pekan ini. Festival Nase Sodhu Asembagus sukses bikin alun-alun jadi pusat keramaian warga yang ngabuburit sambil berburu kuliner khas daerah. Festival makanan khas Nase’ Sodhu ini digelar oleh pemerintah kecamatan selama dua hari, 7–8 Maret 2026, di Alun-alun Second City Asembagus. Selain kuliner tradisional, deretan stand UMKM lokal juga ikut meramaikan acara dengan berbagai produk makanan hingga kerajinan tangan.
Warga dari berbagai desa di Situbondo terlihat memadati lokasi festival. Banyak yang datang bareng keluarga atau teman, sekadar jalan-jalan sore sambil menunggu waktu berbuka puasa Ramadan. Acara ini juga dibuka langsung oleh Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah. Kehadirannya sekaligus jadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan UMKM dan kuliner lokal.
Festival Nase Sodhu Asembagus Dorong UMKM Lokal
Menurut Wakil Bupati Ulfiyah, festival seperti ini bukan cuma soal kuliner, tapi juga soal menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia mengapresiasi pemerintah Kecamatan Asembagus yang dinilai berhasil membuat acara yang bukan hanya meriah, tapi juga berdampak langsung ke pelaku usaha kecil.
“Perkembangan UMKM di Asembagus luar biasa. Semoga ini bisa jadi contoh bagi kecamatan lain di Situbondo,” ujar Ulfiyah saat ditemui awak media.
Ia juga berharap Festival Nase Sodhu Asembagus bisa menjadi ajang promosi kuliner khas daerah, khususnya nasi sodhu, agar makin dikenal masyarakat luas.
“Kalau ingin coba langsung nasi sodhu khasnya, datang saja ke Asembagus,” katanya sambil tersenyum.
Baca juga: Kapolres Situbondo Tantang Gen Z Adu Mekanik di Lomba Lari 100M
Tradisi Kuliner yang Terus Dijaga
Sementara itu, Camat Asembagus Faishol Afandi menjelaskan bahwa festival ini sebenarnya bukan acara sekali jadi. Menurutnya, Festival Nase Sodhu Asembagus rutin digelar lima kali dalam setahun, tepatnya setiap triwulan. Namun untuk event yang paling besar biasanya diadakan pada bulan Agustus.
Yang bikin festival ini unik, semua desa di Kecamatan Asembagus ikut terlibat langsung. Setiap desa membuka stand khusus nasi sodhu dan menyiapkan 50 porsi gratis untuk masyarakat yang datang ke festival.
“Jadi warga bisa langsung mencicipi nasi sodhu dari berbagai desa. Rasanya bisa beda-beda karena tiap tempat punya ciri khas sendiri,” jelas Faishol.
Selain itu, puluhan pelaku UMKM juga ikut membuka stand di area festival. Ada yang jualan makanan ringan, minuman, hingga produk kerajinan lokal.
Baca juga: Kecamatan Situbondo Gandeng YDSF Santuni 70 Anak Yatim
Bukan Sekadar Festival, Tapi Ruang Kreatif Anak Muda
Menurut Faishol, festival ini juga menjadi cara pemerintah kecamatan untuk mendorong ekonomi kreatif, terutama bagi anak muda. Ia bahkan mengajak para fresh graduate atau lulusan baru untuk mulai mencoba berwirausaha.
“Kalau punya skill atau ide usaha, jangan ragu mulai dari UMKM. Banyak peluang yang bisa dikembangkan,” katanya.
Saat ini, Situbondo sendiri memang sedang fokus mendorong pertumbuhan UMKM. Bahkan di bawah kepemimpinan Bupati yang akrab disapa Mas Rio dan Wakil Bupati Mbak Ulfi, daerah ini sudah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten UMKM. Program tersebut diharapkan bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Baca juga: Tak Ada Toleransi! Polres Situbondo Pecat Anggota
Festival Nase’ Sodhu Asembagus Jadi Magnet Wisata Kuliner
Tak hanya warga lokal, festival ini juga mulai menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Banyak yang penasaran dengan nasi sodhu, kuliner khas Asembagus yang punya cita rasa unik. Sekilas memang terlihat sederhana nasi dengan kuah gurih dan lauk pelengkap. Tapi soal rasa, banyak yang bilang nagih.
Karena itu, lewat Festival Nase Sodhu Asembagus, pemerintah daerah berharap makanan tradisional ini bisa makin dikenal, bahkan berpotensi jadi ikon kuliner Situbondo. Kalau tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin Asembagus bakal jadi salah satu destinasi wisata kuliner baru di wilayah timur Jawa Timur.
Dan buat warga yang belum sempat datang tahun ini, tenang saja. Festival ini masih akan terus digelar secara rutin. Jadi kesempatan buat berburu nasi sodhu gratis dan kuliner lokal lainnya masih terbuka lebar. (fin/dny)