Forum BUMDesa Kecamatan Gending Gaspol Bangkitkan Ekonomi Desa

Suasana Forum BUMDesa se-Kecamatan Gending di Pendopo Kantor Kecamatan Gending

Share

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kecamatan Gending menggelar Forum BUMDesa Kecamatan Gending di Pendopo Kantor Kecamatan Gending, Senin (26/1/2026). Acara ini jadi langkah nyata buat memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai penggerak ekonomi desa yang lebih solid, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Forum ini dihadiri Koordinator Pendamping Desa, serta jajaran Direktur, Sekretaris, dan Bendahara BUMDesa se-Kecamatan Gending. Tujuannya jelas menyamakan visi, memperkuat koordinasi, dan menyusun langkah konkret supaya BUMDesa bisa naik kelas dan benar-benar berdampak ke masyarakat.

Forum BUMDesa Kecamatan Gending Wadah Kolaborasi Desa

Lewat Forum BUMDesa Kecamatan Gending, para pengelola diajak duduk bareng, diskusi, dan saling berbagi pengalaman. Forum ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah terkait pembinaan dan pengembangan BUMDesa, sesuai aturan di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Bupati Probolinggo.

Bukan cuma formalitas, forum ini jadi ruang strategis buat menyamakan persepsi dan membangun sinergi antar desa. Harapannya, pengelola BUMDesa bisa lebih siap, lebih rapi secara manajemen, dan lebih kompak dalam mengembangkan usaha desa.

Baca juga: Ratusan Pelari Ramaikan Festival Tring Fun Run Pegadaian di Kota Probolinggo

Fokus BUMDesa Kecamatan Gending pada Potensi Lokal

Salah satu topik utama yang dibahas adalah bagaimana BUMDesa Kecamatan Gending bisa mengoptimalkan potensi lokal. Setiap desa punya ciri khas dan sumber daya yang beda-beda, mulai dari pertanian, UMKM, jasa, sampai sektor kreatif.

Dengan pengelolaan yang tepat, potensi ini bisa diubah jadi unit usaha produktif. Dampaknya bukan cuma nambah Pendapatan Asli Desa (PADes), tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Selain itu, penguatan unit usaha juga diarahkan ke diversifikasi. Jadi, BUMDesa tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha, tapi punya beberapa lini yang saling mendukung dan lebih tahan banting menghadapi dinamika ekonomi.

Baca juga: IDI Kabupaten Probolinggo Salurkan 330 Paket Bantuan untuk Warga Banjir

BUMDesa Kecamatan Gending Butuh Tata Kelola Profesional

Forum ini juga menyoroti pentingnya tata kelola yang transparan dan profesional. Pengelolaan keuangan yang rapi, perencanaan bisnis yang jelas, serta SDM yang kompeten jadi kunci utama keberhasilan BUMDesa Kecamatan Gending.

Para peserta diajak memahami bahwa kepercayaan masyarakat lahir dari pengelolaan yang akuntabel. Semakin profesional BUMDesa dijalankan, semakin besar peluang usaha berkembang dan berkelanjutan.

Peningkatan kapasitas pengelola pun jadi perhatian serius. Soalnya, inovasi dan kualitas layanan sangat bergantung pada kemampuan SDM di baliknya.

Baca juga: Musrenbang Kedunggaleng, Warga Soroti Banjir dan Keterbatasan TPS

Forum BUMDesa Kecamatan Gending Resmi Dibentuk

Hasil penting dari pertemuan ini adalah disepakatinya pembentukan Forum BUMDesa Kecamatan Gending lengkap dengan susunan pengurus. Camat Gending ditetapkan sebagai Pelindung/Penasihat, sementara Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Gending menjadi Pembina.

Forum ini bakal jadi wadah komunikasi resmi antar BUMDesa di tingkat kecamatan. Mulai dari tukar informasi, koordinasi program, sampai advokasi soal regulasi, permodalan, dan pemasaran bisa dibahas bareng di satu forum.

Baca juga: FKPS dan DLH Probolinggo Satukan Langkah Benahi Pengelolaan TPS

Pesan Camat Gending Jangan Jalan Sendiri

Camat Gending, Winda Permata Erianti, membuka langsung forum tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa BUMDesa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“BUMDesa itu harus kolaboratif. Lewat forum ini, kita ingin bangun komunikasi dan sinergi supaya potensi desa benar-benar dikelola maksimal dan hasilnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Winda, peran BUMDesa sangat strategis dalam menggerakkan ekonomi desa. Tapi semua itu harus ditopang tata kelola yang baik dan SDM yang profesional.

“Transparansi, akuntabilitas, dan manajemen yang rapi itu kunci. Peningkatan kapasitas pengelola jadi hal yang nggak bisa ditawar,” tambahnya.

Baca juga: Sungai Dangkal Picu Banjir, Wabup Probolinggo Dorong Normalisasi Opo-Opo

Harapan ke Depan untuk BUMDesa Kecamatan Gending

Winda berharap forum ini tidak berhenti sebatas pembentukan struktur. Ia ingin Forum BUMDesa Kecamatan Gending benar-benar aktif jadi motor penggerak ekonomi desa.

“Forum ini harus hidup. Jadi tempat belajar bareng, mengembangkan usaha, dan saling menguatkan. Kalau kompak, saya optimistis BUMDesa di Gending bisa makin maju dan mandiri,” tuturnya.

Semangat kolaborasi ini terlihat dari antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak pengalaman, tantangan, hingga ide segar yang dibagikan demi kemajuan usaha desa masing-masing.

Baca juga: Pasca Banjir Krejengan, BPBD Probolinggo Distribusikan Air Bersih

Menuju Ekonomi Desa yang Mandiri dan Berdaya Saing

Forum BUMDesa ini menjadi langkah awal membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan sinergi antar BUMDesa, dukungan pemerintah, serta pengelolaan yang profesional, BUMDesa di Kecamatan Gending diharapkan mampu jadi pilar utama kesejahteraan masyarakat. Ke depan, BUMDesa bukan cuma jadi unit usaha desa, tapi juga simbol kemandirian ekonomi lokal yang siap bersaing dan berkembang. (aduh/dny)