MALANG, SUARAGONG.COM – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) baru aja ngadain FTUB Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah, dan vibes-nya hangat banget. Acara ini jadi momen kumpul bareng lintas generasi dari sesepuh sampai mahasiswa buat silaturahmi dan nostalgia perjalanan panjang FTUB. Yang hadir juga gak main-main: jajaran dekanat, ketua departemen, dekan dari berbagai periode, sesepuh, dosen, tenaga kependidikan, sampai mahasiswa ikut meramaikan.
FTUB Halal Bihalal Idulfitri Jadi Ajang Nostalgia
Acara dibuka oleh sesepuh FTUB, Arifi Soenaryo Dekan periode 1985–1988. Beliau sempat throwback ke masa-masa dulu saat fasilitas masih terbatas, tapi semangat kebersamaan super kuat.
“Dulu kita serba terbatas, tapi semangat bangunnya luar biasa. Sekarang FTUB bisa sampai level internasional, tentu jadi kebanggaan tersendiri,” katanya.
Beliau juga ngasih apresiasi atas perkembangan FTUB yang sekarang makin go global, baik dari sisi pendidikan, riset, sampai kerja sama internasional.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Spill Rencana Transportasi Publik Masuk Kampus!
Pesan Dekan Jaga Koneksi, Gas Terus Prestasi
Dekan FTUB, Hadi Suyono, juga ikut sharing soal pentingnya menjaga koneksi antar generasi. Menurutnya, posisi FTUB sekarang gak lepas dari fondasi kuat yang dibangun para pendahulu.
“Kegiatan ini bukan sekadar kumpul, tapi juga jadi pengingat kalau kita harus terus bareng-bareng bawa FTUB makin maju,” ujarnya.
Beliau juga menekankan target ke depan mulai dari peningkatan ranking dunia sampai menjaga akreditasi internasional di semua program studi.
Baca juga: Gak Cuma Ngajar, Dosen Akuntansi ICmA Berbagi di Panti Asuhan Malang
FTUB Halal Bihalal Idulfitri Bukan Sekadar Tradisi
Masuk ke sesi inti, tausiah dari Zulfi Mubaraq bikin suasana makin reflektif. Intinya, Idulfitri bukan cuma soal maaf-maafan formalitas, tapi juga momen buat bener-bener memperbaiki hubungan dan diri sendiri.
“Halal bihalal itu bukan sekadar tradisi, tapi cara kita memperkuat hubungan dan saling memaafkan,” pesannya.
Acara ini jadi reminder kalau di balik prestasi akademik, hubungan antar manusia tetap jadi fondasi utama. (dny)