Gambus Misri Comeback, Seni Tradisional Jombang Kini Bersinar Lagi

Kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, sukses direkonstruksi Kabupaten Jombang

Share

SUARAGONG.COM – Warisan budaya tak benda Kabupaten Jombang kembali bersinar. Kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, sukses direkonstruksi dan dipentaskan di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, memukau ratusan penonton yang hadir.

Gambus Misri Comeback, Seni Tradisional Jombang yang Sempat Vakum Kini Bersinar Lagi

Pementasan ini bukan sekadar tontonan, melainkan momentum penting kebangkitan Gambus Misri yang sempat lama vakum. Sekaligus menegaskan komitmen Kabupaten Jombang dalam melindungi dan mengembangkan warisan budaya daerah.

Tak hanya pertunjukan seni, acara juga diisi dialog kebudayaan yang mengulas sejarah Gambus Misri serta lakon khasnya “Fajar Islam”, yang mengisahkan dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan.

Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala OPD, Camat Sumobito, pegiat budaya, hingga tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Agus Purnomo mengapresiasi rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan sebagai langkah awal kebangkitan kesenian tradisional yang tetap berpegang pada pakem, namun tidak kaku terhadap perkembangan zaman. Ia menyebut kesenian ini lahir dari lingkungan Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan seni ludruk bernuansa Islam.

“Pelestarian Gambus Misri ini penting karena generasi muda belum sepenuhnya mengenal kesenian ini. Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen mendukung dan melindungi agar tetap lestari,” tegasnya.

Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menjelaskan bahwa kesenian ini telah ada sejak lama namun sempat terhenti. Sejak 2017, para pemuda mulai menelusuri kembali sejarah dan merawat kesenian tersebut bersama para pelaku seni terdahulu.

Gambus Misri X Gen Z

Ia berharap dukungan berbagai pihak agar Gambus Misri dapat diterima generasi muda, khususnya Gen Z, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi para seniman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Wor Windari melalui Kepala Bidang Kebudayaan Anom Antono menyebut Gambus Misri Bintang Sembilan sebagai satu-satunya kesenian sejenis di Jombang.

Menurutnya, pelestarian ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Melalui rekonstruksi ini, kami berupaya menghadirkan kembali identitas budaya daerah sebagai warisan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (ALe/aye/sg)