Gedung Siap, Layanan Jalan: UPT PPA Probolinggo Resmi Beroperasi

DP3AP2KB Probolinggo resmi mengoperasionalkan UPT PPA sebagai pusat layanan terpadu untuk perlindungan perempuan dan anak.

Share

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) resmi mengoperasionalkan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), Senin (19/1/2026). Langkah ini menjadi upaya strategis memperkuat sistem pelayanan, pencegahan, serta penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

UPT PPA Resmi Beroperasi, Kabupaten Probolinggo Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Gedung UPT PPA yang berlokasi di eks Kantor Disperindag Kabupaten Probolinggo dinyatakan siap digunakan. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang aman dan nyaman bagi korban kekerasan. Khususnya perempuan dan anak.

Dimulainya operasional UPT PPA ditandai dengan apel bersama yang dipimpin langsung Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, A’at Kardono. Dan diikuti jajaran struktural, fungsional, serta petugas UPT PPA.

Apel ini menjadi penegasan kesiapan organisasi dalam menjalankan tugas secara profesional dan humanis. Sekaligus simbol komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi korban kekerasan.

Sarana dan Prasarana Siap Digunakan

A’at Kardono menyampaikan bahwa secara sarana dan prasarana, gedung UPT PPA telah memenuhi kebutuhan dasar pelayanan.

“Hari ini operasional gedung UPT PPA sudah kami nyatakan bisa ditempati. Sarana dan prasarana kami anggap cukup untuk kebutuhan mendesak, sehingga layanan sudah bisa berjalan,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang tersedia, UPT PPA diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan terintegrasi.

Fokus Pencegahan dan Penanganan

UPT PPA tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi keluarga, pendampingan psikososial, serta penguatan ketahanan keluarga.

“UPT PPA ini untuk mengatasi sekaligus mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta melakukan penanganan jika terjadi kasus,” jelas A’at.

Pendekatan preventif dan kuratif ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan sekaligus memastikan korban mendapatkan pendampingan yang layak.

Baca Juga : Pelayanan Publik Probolinggo Naik Kelas, Tembus 37 Besar Nasional

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Keberadaan UPT PPA juga diharapkan mempercepat koordinasi lintas sektor, mulai dari aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, psikolog, pekerja sosial, hingga unsur masyarakat.

“Gedungnya sudah ada, tempatnya sudah siap. Ini menjadi komitmen bersama dalam memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Dalam arahannya, A’at menegaskan bahwa tugas perlindungan perempuan dan anak merupakan amanah kemanusiaan dan tanggung jawab moral.

“Layani setiap laporan dengan hati, dengarkan setiap cerita korban dengan empati, dan pastikan tidak ada korban yang merasa sendirian atau diabaikan,” tegasnya.

Harapan Lingkungan Aman dan Inklusif

Dengan beroperasinya UPT PPA, Pemkab Probolinggo berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi perempuan dan anak.

“UPT PPA Probolinggo diharapkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (Duh/aye)