SUARAGONG.COM – Halo gaes! Jadi gini cerita barusan dari Jepang negara yang terkenal banget dengan gempa bumi karena berada di Cincin Api Pasifik. Pada Selasa, 6 Januari 2026, wilayah Prefektur Shimane di bagian barat Jepang diguncang oleh gempa kuat berkekuatan magnitudo 6,2 yang kemudian sempat direvisi jadi sekitar 6,4 menurut beberapa laporan sumber media. Letaknya itu di area Gempa Jepang 6.2 Shimane, dan pusatnya berada di bagian timur Shimane pada kedalaman sekitar 10 sampai 11 kilometer cukup dangkal untuk disebut gempa yang terasa kuat. Getaran ini dirasakan banget oleh warga sekitar, sampai bikin orang-orang keluar rumah buat cari tempat yang lebih aman. Meski begitu, sejauh ini belum ada kabar tentang korban jiwa atau kerusakan berat yang besar.
Guncangan Kuat Tapi Belum Ada Tsunami
Orang Jepang biasanya udah pro banget soal gempa, karena negara mereka memang sering ngalamin getaran bumi. Nah, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memastikan bahwa gempa tersebut tidak menyebabkan peringatan tsunami. Jadi tenang aja, aman dari risiko ombak besar. Eits, tapi gempa ini ternyata nggak cuma sekali doang. Setelah gempa utama, beberapa gempa susulan terjadi dalam beberapa menit berikutnya. Gempa-gempa kecil ini terasa di beberapa wilayah juga, walau levelnya sedikit lebih rendah dibanding yang utama.
Baca juga: Di Penghujung 2025, 179 Gempa Telah Guncang Kabupaten Malang
Dampaknya ke Transportasi Kereta Peluru Sempat Terhenti
Nah ini yang bikin banyak warga panik tapi juga kayak ya wajar sih karena protokol keselamatan Jepang itu super ketat. Jadi, gempa ini sempat mengganggu operasional kereta cepat atau Shinkansen alias kereta peluru yang biasanya ngebut banget itu. Kereta sempat dihentikan sementara buat ngecek kondisi jalur, karena Jepang memang punya sistem otomatis yang bakal nge-stopin semua kereta kalo sensor gempa deteksi guncangan kuat. Ini bertujuan buat ngurangin resiko tabrakan atau kecelakaan lain.
Kalau di media RRI juga dijelasin bahwa guncangan tercatat paling kuat di Kota Matsue dan Yasugi (Shimane) serta Sakaiminato dan sekitarnya di Prefektur Tottori. Itu artinya getarannya lumayan nendang di area padat penduduk juga, makanya sistem kereta langsung sigap.
Baca juga: Gempa M4,8 Tarakan Terdampak
Warga Lokal? Santai Tapi Tetep Waspada
Reaksi warga Jepang sendiri unik sih. Ada yang spontan keluar rumah buat ngerasain atmosfer gempa barengan tetangga, ada juga yang langsung ngecek aplikasi gempa buat tau kedalaman & potensi lanjutan. Kultur kesiapsiagaan bencana di Jepang bikin mereka cukup tenang, walau tetap awas pada kemungkinan gempa susulan. Orang Jepang juga udah biasa denger sirene peringatan dini dan pesan suara yang minta waspada. Bahkan pemerintah setempat ngingetin warga biar tetep follow langkah keselamatan meskipun kerusakannya terlihat minim.
Baca juga: Bantuan Atensi Disalurkan untuk Warga Tiris Probolinggo Terdampak Gempa
Jepang dan Aktivitas Seismik Kayak “Hobby” Bumi
FYI nih ya, negara Jepang itu salah satu yang paling sering ngelihat gempa bumi. Nggak cuma gempa tektonik seperti kasus gempa Jepang 6.2 Shimane, tapi juga sering setelah gempa besar muncul gempa-gempa susulan yang bikin orang ngedenin napas sebentar. Ada juga catatan sejarah yang nunjukin Jepang pernah ngalamin gempa besar di masa lalu dengan dampak yang jauh lebih parah. Tapi karena pengalaman panjang itu lah, bangunan, jembatan, dan transportasi di Jepang dibikin super tahan gempa. Jadi ya penting banget buat bisa ngurangin potensi korban dan kerusakan saat ada gempa.
Baca juga: Sekolah Rusak Akibat Gempa, Bupati Bondowoso Prioritaskan Perbaikan
So, Apa Tipikal Respons Gempa Mereka?
Kalau dibanding negara lain, Jepang tuh udah kayak proliga soal gempa. Mereka punya:
- Sistem peringatan dini yang bisa deteksi lebih cepat dari banyak sensor di tanah.
- Struktur bangunan tahan gempa, jadi gak gampang roboh walau guncangan kuat.
- Protokol transportasi otomatis, kayak kereta cepat langsung berhenti biar aman.
- Edukasi publik rutin, jadi warganya tahu harus lari kemana dan gimana caranya tetap aman.
Makanya, meskipun gempa itu kuat, kerusakan dan korban mati bisa ditekan sedemikian kecil sampe sering jadi kabar aman kayak yang terjadi kali ini juga.
Baca juga: Gubernur Khofifah Berikan Bantuan Ke Korban Gempa Situbondo
Poin Penting Buat Kamu Ingat
- Gempa Jepang 6.2 Shimane itu sebuah reminder buat kita semua bahwa alam bisa guncang kapan aja.
- Sistem kesiapsiagaan Jepang tuh keren banget, dari peringatan dini sampe protokol kereta otomatis.
- Warga di sana tetep waspada tapi gak panikan.
- Hingga artikel ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa atau tsunami. (dny)