Khofifah Bahas Dampak Geopolitik Global Bersama Kepala Daerah se-Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga menggelar diskusi publik bersama kepala daerah se-jatim membahas Geopolitik Global

Share

SUARAGONG.COM – Memanasnya Geopolitik Global menjadi salah satu sorotan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga menggelar diskusi publik bersama bupati dan wali kota se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Geopolitik Global Memanas, Khofifah Brainstorming Bersama Kepala Daerah se-Jatim

Forum yang juga menjadi momentum halal bihalal Idulfitri 1447 Hijriah ini membahas mitigasi dampak sosial ekonomi. Hal ini akibat ketegangan geopolitik global. Khususnya konflik antara Amerika, Israel, dan Iran.

Didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, diskusi menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Bank Indonesia Jatim, serta akademisi Universitas Airlangga.

Khofifah menegaskan bahwa dinamika global berpotensi memicu gangguan rantai pasok, fluktuasi harga energi, hingga tekanan inflasi yang harus diantisipasi bersama.

“Ini risiko nyata yang perlu direspons secara kolektif dan terintegrasi,” ujarnya.

Baca Juga : Jawa Timur Park Group Menuju Seperempat Abad Berkarya

Posisi Jatim Sebagai Motor Ekonomi Nasional

Sebagai salah satu motor ekonomi nasional, Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan mencapai 5,33 persen pada 2025. Khofifah menekankan pentingnya menjaga ketahanan daerah, terutama di sektor pangan, energi, dan logistik.

Ia menyebut, Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional dengan cadangan beras tertinggi, sekaligus simpul distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Untuk menjaga stabilitas, Pemprov Jatim mengoptimalkan program penguatan pangan, operasi pasar, serta pengembangan energi baru terbarukan yang kini telah mencapai kapasitas 709,13 MW.

UMKM dan Perlindungan Sosial

Selain itu, dukungan terhadap UMKM dan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan juga terus diperkuat. Guna menjaga daya beli di tengah tekanan global.

Khofifah turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena pemerintah menjamin ketersediaan energi dan bahan pokok tetap aman.

“Kunci menghadapi situasi ini adalah sinergi dan gotong royong seluruh pihak,” tegasnya. (Wahyu/aye/sg)