Gluten Free Jadi Tren, Tapi Emang Semua Orang Cocok?

Jadi, Perlu Ikut Diet Gluten Free? Intinya gini: ✅ Perlu, kalau kamu punya penyakit celiac 🤔 Mungkin, kalau memang terbukti sensitif gluten ❌ Nggak wajib, kalau cuma ikut tren tanpa alasan medis Diet sehat itu bukan soal ikut-ikutan, tapi soal apa yang cocok buat tubuh masing-masing.

Share

SUARAGONG.COM – Belakangan ini, diet gluten free makin sering nongol di timeline. Dari selebritas sampai atlet profesional, banyak yang bilang hidup mereka terasa lebih ringan setelah “putus” sama gluten. Tapi… beneran cocok buat semua orang nggak sih?

Apa Itu Diet Gluten Free? Tren Sehat atau Cuma Ikut-ikutan?

Menurut Selvi Rajagopal, M.D., spesialis penyakit dalam dan obesitas, diet bebas gluten memang punya manfaat—tapi juga nggak bisa asal dijalani. Ada kondisi tertentu yang memang wajib gluten free, tapi ada juga yang justru nggak perlu sama sekali.

Yuk, kita bedah pelan-pelan, biar nggak salah langkah sebelum ikut tren

Singkatnya, diet gluten free adalah pola makan yang menghindari gluten sepenuhnya. Gluten sendiri adalah protein yang secara alami terdapat dalam gandum dan beberapa jenis serealia.

Dalam praktiknya, diet ini biasanya berfokus pada:

  • Makanan utuh seperti buah, sayur, daging, dan telur
  • Produk khusus bebas gluten, misalnya roti atau pasta gluten free

Tapi jangan salah, menurut Rajagopal, gluten nggak cuma ada di makanan berbasis gandum. Gluten sering ditambahkan saat proses pengolahan makanan sebagai pengikat, penambah tekstur, atau rasa.

Makanya, gluten bisa “nyempil” di:

  • Piza, sereal, kue
  • Saus kedelai
  • Es krim
  • Obat-obatan tertentu
  • Produk kecantikan
  • Suplemen

Plot twist-nya? Diet gluten free bukan berarti anti karbohidrat. Makanan seperti nasi, kentang, dan kacang-kacangan tetap aman karena secara alami bebas gluten.

Diet Gluten Free Cocok Buat Siapa Aja?

Jawabannya: nggak semua orang perlu.
Diet ini umumnya direkomendasikan untuk orang dengan kondisi medis tertentu.

1. Penderita Penyakit Celiac (Wajib Gluten Free)

Kalau kamu punya penyakit celiac, diet bebas gluten bukan pilihan, tapi keharusan seumur hidup.

Penyakit celiac adalah gangguan autoimun, di mana tubuh bereaksi berlebihan terhadap gluten dan justru menyerang usus halus sendiri. Efeknya bisa berupa:

  • Nyeri perut
  • Mual
  • Kembung
  • Diare

Buat penderita celiac, sedikit saja gluten bisa memicu gejala serius, bahkan setelah lama menjalani diet bebas gluten.

2. Orang dengan Sensitivitas Gluten (Masih Abu-abu)

Ada juga kondisi yang disebut non-celiac gluten sensitivity atau sering disebut intoleransi gluten. Menurut Rajagopal, kondisi ini belum punya definisi dan mekanisme yang benar-benar jelas.

Namun faktanya, sebagian orang memang merasa:

  • Perut nggak nyaman
  • Mudah kembung
  • Lemas
    setelah makan makanan mengandung gluten.

Tapi, Rajagopal mengingatkan: Jangan langsung menyalahkan gluten. Masalah pencernaan bisa disebabkan banyak hal. Karena itu, jika curiga sensitif gluten, konsultasi ke dokter dan ahli gizi itu penting.

Kalau Curiga Intoleransi, Harus Ngapain?

Karena belum ada tes khusus untuk mendeteksi intoleransi gluten, pendekatan yang sering dipakai adalah diet eliminasi, misalnya diet rendah FODMAP.

Diet ini bersifat sementara dan bertujuan mencari tahu makanan apa yang memicu gangguan pencernaan. Jika gluten memang biang keroknya, biasanya gejala seperti:

  • Perut kembung
  • Konstipasi atau diare
  • Mudah lelah
  • Gas berlebih
  • Nyeri perut

akan perlahan membaik setelah gluten dihindari.   Jadi, Perlu Ikut Diet Gluten Free? Intinya gini deh gaes:

  • Perlu, kalau kamu punya penyakit celiac
  • Mungkin, kalau memang terbukti sensitif gluten
  • Nggak wajib, kalau cuma ikut tren tanpa alasan medis

Diet sehat itu bukan soal ikut-ikutan, tapi soal apa yang cocok buat tubuh masing-masing. (Aye/sg)