Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Kehormatan Universiti Malaya: Buka Ruang Kolaborasi

Universiti Malaya

Share

SUARAGONG.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi dan komunitas internasional, termasuk Universiti Malaya, guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Kehormatan Universiti Malaya, Buka Ruang Kolaborasi SDM Berkelanjutan di Jatim

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan kehormatan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangka Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1/2026).

Gubernur Khofifah menyampaikan selamat datang kepada rombongan mahasiswa dan dosen Universiti Malaya. Sekaligus berharap kunjungan tersebut menjadi awal kerja sama yang semakin erat dan produktif.

“Saya berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan. Serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia,” ujarnya.

Perkuat Jejaring Pendidikan hingga Pertukaran Perspektif Global

Menurut Khofifah, kunjungan akademik semacam ini tidak hanya mempererat hubungan persahabatan kedua negara. Tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan SDM.

“Semoga silaturahim ini bisa kita teruskan dalam berbagai format, baik dakwah, ekonomi, pendidikan, budaya, dan seterusnya,” tuturnya.

Ia menilai program ini mampu memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi. Sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara Jawa Timur dan Malaysia.

Paparkan Potensi Jawa Timur sebagai Motor Ekonomi Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memaparkan potensi Jawa Timur sebagai provinsi dengan modal dasar pembangunan yang kuat. Dengan jumlah penduduk hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,22 persen (y-on-y) pada Triwulan III-2025, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,04 persen. Provinsi ini juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,65 persen dan berkontribusi 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.

“Saat ini Jawa Timur mengambil peran sebagai Gerbang Baru Nusantara. Didukung Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur,” jelasnya.

Jawa Timur juga memiliki 13 kawasan industri serta dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Gresik dan KEK Singhasari.

Baca Juga : Universitas Udayana Angkat Suara soal Isu Bullying

Jawa Timur Junjung Islam Moderat dan Toleransi

Tak hanya potensi ekonomi, Khofifah juga menegaskan karakter Jawa Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi Islam moderat dan toleransi. Yang tidak lepas dari peran para Wali Songo.

“Lima dari sembilan Wali yang mengajarkan Islam moderasi ada di Jawa Timur, yakni Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat, dan Sunan Bonang,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, nilai moderasi dan kedekatan kultur menjadi perekat kuat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun.

“Persaudaraan yang harmonis dan kultur yang hampir sama ini menjadi kekuatan. Untuk menggerakkan energi positif dalam membangun negara kita masing-masing,” katanya.

Universiti Malaya Apresiasi Sambutan Pemprov Jatim

Sementara itu, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Gubernur Khofifah.

Ia mengaku terkesan dengan paparan mengenai Islam moderat yang diwariskan para Wali Songo. Dan masih menjadi pegangan masyarakat Indonesia hingga kini.

“Saya selaku wakil Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih. Saya kira ibu Gubernur adalah nikmat yang Allah berikan kepada rakyat Jawa Timur,” pungkasnya. (Wahyu/aye/sg)