Harga Cabai Mahal, Pemkot Malang Siapkan Pasokan dari Daerah Lain

Harga cabai di Kota Malang naik jelang Ramadan, Pemkot siapkan kerja sama antar daerah dan aktifkan WTI untuk tekan inflasi

Share

SUARAGONG.COM – Harga cabai di Kota Malang menembus Rp95.000 per kilogram menjelang bulan Ramadan. Lonjakan tersebut mendorong Pemerintah Kota Malang menyiapkan langkah strategis melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Cabai Mahal, Pemkot Malang Siapkan Pasokan dari Daerah Lain

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, kenaikan harga cabai menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ia mengaku mendapat penekanan dari Menteri Dalam Negeri yang rutin melakukan evaluasi mingguan terhadap perkembangan inflasi daerah, terutama komoditas bahan pokok.

“Memang saya dikasih PR kemarin oleh Pak Menteri Dalam Negeri yang tiap minggu mengevaluasi, terutama terkait dengan cabai. Cabainya sangat tinggi sekali,” ujar Wahyu.

Menurutnya, tingginya harga cabai berpotensi mendorong inflasi daerah, terlebih menjelang Ramadan ketika permintaan bahan pokok meningkat.

Untuk itu, Pemkot Malang akan mengoptimalkan skema Kerja Sama Antar Daerah dengan wilayah penghasil cabai di Jawa Timur yang memiliki harga lebih rendah.

“Nanti kita akan coba dengan KAD (Kerja Sama Antar Daerah). Kita akan melihat cabai atau lombok yang ada di sekitar Jawa Timur, yang mana lebih murah akan kita ambil,” katanya.

Gencarkan Warung Tekan Inflasi

Selain menjajaki pasokan dari daerah lain, Pemkot Malang juga akan mengaktifkan kembali peran Warung Tekan Inflasi (WTI) sebagai instrumen stabilisasi harga di tingkat konsumen. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah dapat melakukan intervensi pasar dengan menyediakan cabai dengan harga lebih terjangkau.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menekan lonjakan harga agar tidak semakin membebani masyarakat.

“Kita akan upayakan agar harga cabai ini bisa stabil. Jangan sampai menjelang puasa justru memberatkan masyarakat,” tegas Wahyu.

Pemkot Malang bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga akan terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional guna memastikan kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran. (Fat/aye)