Suaragong.com – Emas dunia diprediksi akan mengalami penurunan pada tahun 2025. Menurut Analis komoditas keuangan sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memprediksi harga emas dunia akan mengalami penurunan pada tahun 2025. Ia memperkirakan harga emas akan diperdagangkan pada level support sekitar $2.560 per troy ounce, dengan potensi penguatan terbatas di level $2.667 per troy ounce.
Tanggapan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka
Ibrahim menjelaskan bahwa perbaikan data ekonomi Amerika Serikat dan penguatan ekonomi Tiongkok. Selain itu pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025 akan menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Selain itu, The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga, meskipun tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya, hanya dua kali.
Lebih lanjut, kebijakan proteksionisme Trump yang akan menerapkan tarif tinggi terhadap negara-negara dengan surplus perdagangan besar. Negara seperti Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko, diperkirakan akan memperkuat dolar AS. Hal ini juga akan memberikan dampak negatif pada harga emas, yang sering dianggap sebagai aset aman (safe haven) saat ketidakpastian ekonomi tinggi.
Ibrahim juga meyakini ketegangan geopolitik, seperti konflik Rusia-Ukraina dan situasi di Timur Tengah, akan mereda setelah pelantikan Trump, sehingga tidak lagi mendorong permintaan terhadap emas. Menurutnya, pasar akan lebih fokus pada penguatan dolar dan obligasi pemerintah AS, yang berpotensi menekan harga emas sepanjang 2025.
Baca Juga ; Gaes !!! Diam Tidak Selalu Emas
Jangan Lupa ikuti terus Informasi, Berita artikel paling Update dan Trending Di Media Suaragong !!!. Jangan lupa untuk ikuti Akun Sosial Media Suaragong agar tidak ketinggalan di : Instagram, Facebook, dan X (Twitter). (Fz/Sg).