“Kelapa ini banyak permintaan ekspor, industri di dalam negeri juga banyak yang minta,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Ia menambahkan bahwa tingginya permintaan ekspor berpengaruh pada ketersediaan kelapa di pasar domestik. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi industri dalam negeri untuk mendapatkan pasokan kelapa.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia juga mengungkapkan bahwa kelangkaan kelapa di Indonesia salah satunya disebabkan oleh besarnya permintaan dari China.
Kelapa Indonesia banyak diolah menjadi santan, yang kini semakin populer di China sebagai alternatif susu.
Menanggapi kondisi ini, pemerintah berencana melakukan evaluasi bersama semua pihak terkait, termasuk industri, eksportir, dan petani, untuk mencari solusi atas lonjakan harga kelapa yang berkelanjutan.
Fluktuasi permintaan ekspor yang tinggi juga menunjukkan adanya kebutuhan akan strategi ekspor yang lebih stabil di masa depan.
Baca Juga : IHSG Anjlok Tajam, Namun Tidak Ada Dampak Terhadap Ekonomi
Jangan Lupa ikuti terus Informasi, Berita artikel paling Update dan Trending Di Media Suaragong !!!. Jangan lupa untuk ikuti Akun Sosial Media Suaragong agar tidak ketinggalan di : Instagram, Facebook, dan X (Twitter). (Fz).
Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News