HGN ke-66 di Probolinggo, Pemenuhan Gizi Seimbang Jadi Kunci Tekan Stunting

Pemkot Probolinggo memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 dengan menggelar kegiatan di Gedung Puri Manggala Bhakti, Jumat (30/1/2026).

Share

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Probolinggo memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66. Dengan menggelar kegiatan di Gedung Puri Manggala Bhakti, Jumat (30/1/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk mempertegas komitmen bersama dalam mencegah stunting melalui pemenuhan gizi seimbang berbasis pangan lokal.

HGN ke-66 di Probolinggo, Pemenuhan Gizi Seimbang Jadi Kunci Tekan Stunting

Tak sekadar seremonial, peringatan HGN ke-66 menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyamakan langkah dan strategi penanganan permasalahan gizi. Khususnya bagi kelompok sasaran prioritas. Pemkot Probolinggo menegaskan bahwa pemenuhan gizi berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan generasi sehat dan berdaya saing.

Dihadiri Lengkap Pemangku Kepentingan

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, serta jajaran kepala perangkat daerah terkait.

Turut hadir camat se-Kota Probolinggo, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, TP PKK kecamatan, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, hingga ibu hamil dan ibu balita penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menggerakkan kolaborasi multipihak. Guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Tema HGN ke-66 dan Fokus Program MBG

HGN ke-66 tahun 2026 mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”. Tema ini selaras dengan penguatan intervensi pencegahan stunting melalui Program MBG yang menyasar kelompok 3B. Yakni balita, ibu menyusui (busui), dan ibu hamil (bumil).

Pemanfaatan pangan lokal dinilai strategis karena mudah diakses, sekaligus mendorong kemandirian daerah serta pemberdayaan potensi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.

Penandatanganan Komitmen SPPG

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan penandatanganan komitmen SPPG Kota Probolinggo dalam pemberian MBG untuk kelompok 3B. Sebanyak 16 SPPG ikut menandatangani komitmen tersebut sebagai bentuk keseriusan menjaga kualitas dan nilai gizi makanan yang disalurkan.

Komitmen ini diharapkan memperkuat standar layanan pemenuhan gizi, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan yang aman dan bergizi.

Wali Kota Tekankan Pentingnya Kualitas Gizi Anak

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan pentingnya menjaga kualitas gizi anak sejak usia dini. Menurutnya, pemenuhan gizi tidak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga kualitas bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan.

“Nilai gizi anak harus tetap terjaga melalui MBG. Ini sangat menentukan tumbuh kembang anak ke depan,” tegasnya.

Ia menilai, kualitas intervensi gizi akan berdampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak, sekaligus menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Data Stunting dan Strategi Dinkes

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menyampaikan bahwa berdasarkan data SIGIZIKESGA (EPPGBM) per Desember 2025, angka stunting di Kota Probolinggo masih berada di angka 9,56 persen atau sebanyak 1.083 anak.

“Target utama kami adalah menjaga agar status gizi anak tidak menurun, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemkot terus menjalankan pemantauan gizi ibu hamil hingga balita melalui sistem terintegrasi. Selain itu, keterlibatan TP PKK serta pemanfaatan pangan lokal seperti pengembangan telur puyuh dan tanaman pangan di tingkat kelurahan diharapkan mampu menopang keberlanjutan Program MBG.

Baca Juga : Pemkot Malang Fokus Atasi Stunting, Efisiensi Bukan Halangan

Rangkaian Kegiatan Edukatif

Peringatan HGN ke-66 juga diisi berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif, mulai dari pembagian kudapan bergizi bagi pengguna jalan, pengukuran antropometri balita, penyerahan paket bergizi untuk balita dan ibu hamil, hingga talk show tentang pentingnya protein hewani dalam pencegahan stunting menuju Generasi Emas 2045.

Diskusi dan tanya jawab turut menghadirkan narasumber dari Poltekkes Kemenkes Surabaya 5, Annas Buannasita, yang memberikan edukasi terkait peran protein hewani dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui momentum ini, Pemkot Probolinggo menegaskan bahwa penanggulangan stunting merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga keluarga menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas. (Duh/Aye/sg)