Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Pujon–Lawang

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Pujon–Lawang

Share

SUARAGONG.COM – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Rabu (20/1/2026) siang hingga malam hari menyebabkan sejumlah bencana alam. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sedikitnya dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Lawang dan Kecamatan Pujon.

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Pujon–Lawang: BPBD Kabupaten Malang Turun Tangan

Di Kecamatan Lawang, bencana tanah longsor terjadi di Desa Sidoluhur sekitar pukul 14.00 WIB. Longsoran tanah berasal dari tebing setinggi kurang lebih 8 meter dengan lebar sekitar 5 meter, yang mengakibatkan bagian belakang rumah milik Irwandi (28) mengalami kerusakan.

“Kejadiannya sekitar pukul dua siang. Tebing dengan ketinggian delapan meter dan lebar lima meter itu longsor dan menimpa bagian belakang rumah warga,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Kamis (22/1/2026).

FT : Cuaca Ekstrem Terjang Pujon dan Lawang, Longsor Tutup Jalur Malang–Kediri (Nif)

Setelah kejadian di Lawang, bencana alam berlanjut di Kecamatan Pujon. Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Malang, terdapat sekitar 14 kejadian bencana yang tersebar di sejumlah desa. Hingga Kamis siang, proses pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Di Pujon ada belasan kejadian, mulai dari tanah longsor yang menimpa rumah warga hingga material longsor yang menutup badan jalan,” jelas Sadono.

Jalan Provinsi Penghubung Kabupaten Malang–Kediri Tutup

Akibat longsor tersebut, jalan provinsi penghubung Kabupaten Malang–Kediri sempat ditutup total. Karena tertimbun material tanah dan bebatuan. Petugas gabungan dari BPBD bersama unsur terkait langsung diterjunkan untuk melakukan pembersihan agar jalur vital tersebut bisa kembali dilalui.

Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan luapan sungai di beberapa titik. Di Desa Pujon Lor, Sungai Baloh meluap hingga menggenangi jalan dan permukiman warga, sehingga memicu banjir.

“Untuk banjir tidak ada korban jiwa. Namun di Desa Ngorto, dampaknya cukup terasa karena enam rumah warga terdampak genangan,” tambahnya.

Saat ini, petugas BPBD Kabupaten Malang masih bersiaga di lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan material banjir dan longsor, sekaligus memastikan kondisi warga terdampak tetap aman.

Baca Juga : Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Probolinggo: 1.379 Rumah Terdampak

Bantuan Bagi Warga Terdampak

Selain penanganan darurat, BPBD juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak. Di antaranya paket sembako, perlengkapan kebersihan, alat memasak, peralatan makan, makanan siap saji beserta lauk-pauk, serta terpal untuk kebutuhan sementara warga.

“Kami fokus pada pembersihan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan terus kami distribusikan sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkas Sadono. (nif/aye)