SUARAGONG.COM – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi 2026 membuat Pemerintah Kota Surabaya mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.
Idulfitri dan Nyepi 2026 Berdekatan, Wali Kota Eri Ajak Warga Surabaya Perkuat Toleransi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kunci utama menghadapi dua perayaan besar yang berlangsung hampir bersamaan ini adalah saling menghormati antarwarga.
Menurutnya, masyarakat muslim tetap dapat menjalankan tradisi Idulfitri seperti takbir dan silaturahmi seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Di Surabaya tetap ada takbir dan kegiatan silaturahmi. Tapi kita juga harus menghormati warga yang beragama Hindu yang sedang menjalankan Nyepi,” ujar Eri, Kamis (5/3/2026).
Saling Jaga Saling Menghargai Sekitar
Meski begitu, ia mengingatkan agar aktivitas seperti takbir keliling tidak dilakukan di sekitar pura. Atau di beberapa wilayah yang sedang menjalankan ibadah Nyepi.
“Kalau ada Nyepi di sekitar pura, maka takbiran keliling jangan di sekitar pura. Bisa di tempat lain karena kita harus saling menghormati,” tegasnya.
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri ini berharap momentum dua hari besar tersebut justru menjadi bukti kuat bahwa Kota Surabaya menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama.
Baca Juga : Catat Tanggalnya! RPH Surabaya Obral Daging Iga di Pasar Murah Ramadan
Petugas Disiagakan di Sejumlah Titik
Tidak hanya memberikan imbauan, Pemerintah Kota Surabaya juga akan menyiagakan petugas di sejumlah titik. Khususnya di kawasan pura maupun pemukiman warga Hindu, untuk menjaga ketenangan selama Nyepi berlangsung.
“Ketika Nyepi tidak boleh ada keramaian dan lampu dimatikan. Karena itu, pemerintah kota bersama jajaran akan membantu menjaga wilayah sekitar pura dan tempat tinggal warga Hindu,” pungkasnya.
Langkah ini dilakukan agar seluruh masyarakat Surabaya dapat merayakan hari raya masing-masing dengan aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. (Wahyu/Aye/sg)