SUARAGONG.COM – Kota Probolinggo makin serius soal urusan perut rakyat. Pemerintah Kota Probolinggo bersama Polres Probolinggo Kota menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, sekaligus mencanangkan Penanaman Jagung Kuartal I Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di kawasan Jalan Kinibalu XII, Kelurahan Ketapang, Kamis (8/1/2026), dan jadi sinyal kuat bahwa ketahanan pangan bukan sekadar jargon, tapi benar-benar dikerjakan bareng-bareng.
Jagung Jadi Andalan, Probolinggo Tancap Gas Ketahanan Pangan 2026
Panen raya ini dihadiri banyak pihak lintas sektor. Mulai dari Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Didid Wahyu Agustiawan, Asekbang Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, perwakilan Danramil 0820, DKP3 Kota Probolinggo, Bulog, hingga camat, kelompok tani, dan mitra swasta seperti PT Maxsi dan PT Syngenta.
Lengkapnya kehadiran ini jadi bukti bahwa urusan pangan memang butuh kerja tim, bukan jalan sendiri-sendiri.
Dukung Asta Cita Presiden, Polisi Turun ke Sawah
Dalam sambutannya, Kompol Didid menegaskan bahwa panen raya ini bukan cuma soal hasil panen, tapi juga keberlanjutan program.
“Hari ini kita panen jagung kuartal terakhir 2025, sekaligus mencanangkan penanaman jagung kuartal pertama 2026. Ini bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan atau Asta Cita Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.
Ia menekankan, peran Polres tidak hanya sebatas pengamanan, tapi juga pendampingan langsung ke sektor pertanian.
Baca Juga : Apel Perdana 2026, Wali Kota Probolinggo Bocorkan Renovasi Kantor Wali Kota 2027
Pendampingan Jagung di Banyak Lahan
Polres Probolinggo Kota tercatat aktif mendampingi budidaya jagung di berbagai jenis lahan. Mulai dari lahan produktif seluas 10–12 hektare yang tersebar di lima kecamatan kota dan tiga kecamatan kabupaten, hingga lahan baku sawah sekitar 24 hektare.
Tak berhenti di situ, tantangan besar juga ada di lahan kehutanan sosial di Kecamatan Wonomerto dengan potensi mencapai 250–300 hektare.
“Untuk tahap awal, rencana pengolahan sekitar 25–30 hektare. Ini jelas butuh sinergi semua pihak,” tegas Kompol Didid.
Bibit Jagung Dibagikan, Petani Makin Semangat
Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan bibit jagung kepada Kelompok Tani Sinar Harapan. Bibit tersebut merupakan hasil kolaborasi Polres Probolinggo Kota dengan PT Maxsi dan PT Syngenta.
Harapannya, penanaman jagung Kuartal I Tahun 2026 bisa berjalan lancar dan hasilnya makin maksimal.
Asekbang Kota Probolinggo, Ir. Aries Santoso, menyebut hasil panen jagung hingga Kuartal IV 2025 cukup menggembirakan.
“Alhamdulillah, hasil produksi jagung mampu melampaui target. Ini berkat kolaborasi kuat antara pemkot, Polres, dinas terkait, dan para petani,” ungkapnya.
Ia juga mengakui keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, namun menilai intensifikasi pertanian masih sangat memungkinkan.
“Ekstensifikasi memang terbatas, tapi intensifikasi dan pola tanam masih bisa terus ditingkatkan,” jelasnya.
Komitmen Menuju Swasembada Jagung
Kegiatan panen raya ini ditutup dengan mengikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Nasional Kuartal IV 2025. Momentum ini menegaskan komitmen Kota Probolinggo untuk terus berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional dan swasembada jagung. Dengan kolaborasi pemerintah, aparat, petani, dan swasta, Kota Probolinggo optimistis bisa terus menjaga stok pangan tetap aman menuju 2026. (Duh/Aye/sg)