SUARAGONG.COM – Ragam motif kain pantai kini menjadi komoditas unggulan baru Kabupaten Probolinggo yang sukses menembus pasar internasional. Produk bernilai ekspor ini lahir dari tangan-tangan kreatif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tumbuh di wilayah pedesaan.
Motif Pantai Khas Probolinggo, Produk UMKM Lokal Sukses Ekspor Global
Sentra produksi kain pantai tersebut berlokasi di Dusun Bulak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Usaha ini dirintis oleh Hana Tasya Salsabila, yang melihat peluang besar pada produk tekstil bermotif pantai dengan sentuhan seni manual.
Dari rumah produksi sederhana, kerajinan kain pantai ini terus berkembang dan memberi dampak ekonomi nyata, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Libatkan Puluhan Tenaga Kerja
Dalam proses produksinya, Hana dibantu sekitar 30 tenaga kerja. Setiap hari, sentra ini mampu menghasilkan kain pantai dengan kualitas konsisten dan motif yang beragam sesuai permintaan pasar.
Proses pembuatan kain pantai diawali dengan pembuatan pola di atas kain putih panjang menggunakan lilin malam, menyerupai teknik batik. Pembuatan pola dilakukan dengan dua metode, yakni manual menggunakan canting serta teknik sablon berbahan malam.
Kedua metode tersebut membutuhkan ketelitian tinggi agar motif yang dihasilkan sesuai desain dan tetap berkualitas, baik untuk produksi terbatas maupun pesanan dalam jumlah besar.
Pewarnaan Jadi Penentu Karakter
Setelah pola kering, kain memasuki tahap pewarnaan. Proses ini menjadi tahap krusial karena menentukan karakter visual kain. Motif flora dan fauna khas pantai diaplikasikan dengan teknik pewarnaan berbeda, mulai dari full color hingga kombinasi hitam-putih.
Setelah diwarnai, kain dijemur secara alami hingga siap masuk tahap berikutnya.
Berawal dari Usaha Keluarga
“Usaha ini usaha keluarga yang berdiri sejak 2023. Ini cabang dari usaha yang ada di Bali. Dulu ayah saya merantau ke Bali dan bekerja di pabrik yang sama,” ujar Hana Tasya Salsabila, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, kain pantai diproduksi hingga tahap jadi di Probolinggo, kemudian dikirim ke Bali untuk proses finishing sebelum dipasarkan.
Pasar Bali hingga Mancanegara
Produk kain pantai ini menyasar pasar domestik, khususnya toko-toko di Bali. Tak hanya itu, kain pantai produksi UMKM Probolinggo juga diekspor ke sejumlah negara seperti Malaysia, Cina, Tahiti, Madagaskar, Australia, bahkan Prancis dan Turki.
Dari sisi harga, satu helai kain pantai dijual mulai Rp60 ribu hingga Rp65 ribu, tergantung ukuran dan desain. Fleksibilitas desain menjadi keunggulan tersendiri karena pembeli dapat menggunakan desain sendiri atau berkolaborasi dengan perajin.
Camat Tongas Rochmad Widiarto menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut mendukung pengembangan UMKM ini, salah satunya dengan memberikan ruang promosi dalam berbagai kegiatan dan event daerah.
“Hasilnya cukup positif. Produk ini laku di pasaran dan sudah diekspor ke berbagai negara,” ungkapnya.
UMKM Lokal Berdaya Saing Global
Keberhasilan kain pantai produksi UMKM Desa Tambakrejo menembus pasar internasional menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing di tingkat global. Dengan kreativitas, ketekunan, dan dukungan lintas sektor, UMKM Probolinggo terus menjadi penggerak ekonomi daerah. (Wahyu/Aye/sg)