SUARAGONG.COM – Pemandangan tak biasa terlihat dalam kegiatan tes deteksi dini narkoba di Aula Tantya Sudhirajati, Rabu (18/2/2026) pagi. Bukan hanya anggota polres situbondo yang di tes urine, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie bersama Pejabat Utama (PJU) justru menjadi orang pertama yang menyerahkan sampel urine kepada petugas medis.
Kapolres Pimpin Langsung Tes Urine Dadakan Anggota Polres Situbondo
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata sekaligus teladan bagi seluruh personel bahwa dalam upaya pemberantasan narkoba, tidak ada pihak yang kebal aturan.
“Pagi ini kita lakukan mitigasi sekaligus pengecekan urine untuk memastikan internal benar-benar bersih. Saya bersama para PJU ikut sebagai contoh bagi anggota,” ujar AKBP Bayu di sela kegiatan.
Sekitar 90 personel menjalani pemeriksaan dalam kegiatan yang digelar secara mendadak oleh Sipropam Polres Situbondo. Metode acak ini sengaja diterapkan agar tidak ada kesempatan bagi anggota untuk bersiap terlebih dahulu.
Menurut Kapolres, sistem random tersebut juga menjadi peringatan keras bagi siapa pun agar tidak mencoba-coba menggunakan narkoba.
“Kita laksanakan rutin dan mendadak. Mereka tidak tahu waktunya, sehingga menjadi warning agar setiap personel berpikir dua kali sebelum mengonsumsi obat terlarang,” tegasnya.
Kapolres turut menjelaskan prosedur jika ditemukan hasil positif. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan apakah itu benar penggunaan narkoba atau efek obat medis tertentu. Jika terbukti penyalahgunaan tanpa alasan medis, pemeriksaan akan ditingkatkan melalui tes darah atau rambut bekerja sama dengan BNN.
Sanksi Bukan Main!
Sanksi yang disiapkan pun tidak main-main, mulai dari sidang disiplin hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Bahkan, jika terbukti terlibat peredaran atau perlindungan terhadap jaringan narkoba, kasus dapat berlanjut ke ranah pidana.
Berdasarkan hasil rekapitulasi petugas Dokkes, seluruh personel yang diperiksa, termasuk Kapolres dan jajaran PJU, dinyatakan negatif narkoba. (mam/aye/sg)