SUARAGONG.COM – Salah satu momen yang selalu muncul mendekati bulan suci, yaitu penetapan 1 Ramadan. Seperti yang kalian tau, kalau penetapan Awal Ramadan ini pasti ada 2 tim, yang satu ikut muhammadiyah. Ada juga yang puasa-nya ikut pemerintah tapi hari raya-nya ikut Muhammadiyah Gaes, Parah men. Namun kenapa sih kok bisa seperti itu? Yuk kita ulik.
Mengapa Muhammadiyah Menetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026?
Penetapan Awal atau 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026 oleh Muhammadiyah didasarkan pada metode baru bernama Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Keputusan ini berbeda dengan kemungkinan penetapan pemerintah, yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Berikut alasan utamanya secara ringkas dan mudah dipahami:
1. Menggunakan Metode Baru: KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal)
Muhammadiyah kini tidak lagi memakai metode wujudul hilal, tetapi beralih ke KHGT.
KHGT menekankan kalender Islam yang:
- Bersifat global (satu tanggal untuk seluruh dunia)
- Berdasarkan hisab astronomi yang pasti
- Tidak bergantung pada rukyat lokal
Tujuannya adalah menyatukan kalender Islam secara internasional.
2. Hilal Sudah Memenuhi Parameter di Salah Satu Wilayah Bumi
KHGT memakai prinsip PSP (Prinsip, Syarat, Parameter).
Salah satu parameternya:
- Tinggi hilal minimal 5°
- Elongasi minimal 8°
- Berlaku jika terpenuhi di mana saja di Bumi
Untuk Ramadan 1447 H, syarat ini terpenuhi di:
Alaska, Amerika Serikat
- Tinggi hilal: 5° 23′
- Elongasi: 8° 00′
Karena sudah memenuhi syarat secara global, maka bulan baru dianggap telah masuk.
3. Ijtimak Terjadi 17 Februari 2026
Konjungsi bulan (ijtimak) terjadi pada: Selasa, 17 Februari 2026, Pukul 19.01 WIB. Terjadi setelah matahari terbenam pada hari itu, hilal yang memenuhi kriteria KHGT sudah ada (di Alaska), sehingga:
- Hari berikutnya ditetapkan sebagai 1 Ramadan
- Rabu, 18 Februari 2026
4. Indonesia Belum Memenuhi Kriteria Pemerintah
Di Indonesia saat itu:
- Hilal masih di bawah ufuk (negatif)
- Tidak memenuhi kriteria pemerintah (MABIMS):
-
-
Tinggi minimal 3°
-
Elongasi minimal 6,4°
-
Berlaku di wilayah Indonesia
-
Harus dikonfirmasi rukyat
-
Karena itu pemerintah kemungkinan menetapkan awal Ramadan pada 19 Februari 2026 setelah sidang isbat.
5. Berdasarkan Konsep Matlak Global (Ittihad al-Mathali’)
Muhammadiyah memakai konsep fikih: Matlak global — jika hilal terlihat di satu tempat di Bumi, berlaku untuk seluruh dunia.
Landasan teologinya:
- Islam bersifat universal
- Umat dianggap satu kesatuan (ummah wahidah)
- Hadis tentang melihat hilal dipahami berlaku global
Baca Juga : Tips Jaga Tubuh Sebelum Ramadan Biar Nggak Mokel di Day 1 Puasa
6. Kepastian Kalender Jauh Hari
Keunggulan KHGT menurut Muhammadiyah:
- Tanggal bisa ditentukan bertahun-tahun sebelumnya
- Memudahkan perencanaan ibadah, pendidikan, dan ekonomi
- Tidak perlu menunggu sidang isbat
Sebaliknya, metode pemerintah menghasilkan keputusan final mendekati waktu pelaksanaan.
Jadi begitu gaes! Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 karena:
- Menggunakan kalender global KHGT
- Hilal sudah memenuhi kriteria di Alaska
- Prinsip berlaku untuk seluruh dunia
- Berdasarkan hisab astronomi yang dianggap definitif
(Aye/sg)