SUARAGONG.COM – Upaya kesiapsiagaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi potensi bencana di tengah cuaca ekstrem mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Kamis (22/1/2026).
Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kesiapsiagaan Bencana Jatim: Command Center BPBD Jadi Sorotan
Kunjungan kerja ini dipimpin oleh Anggota DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, dan diikuti sejumlah legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur, di antaranya Haeny Relawati (Golkar), Guntur Sasono (Demokrat), H. Ansari (PDIP), Endro Hermono (Gerindra), H. An’im Falachudin (PKB), serta Syaiful Nuri (PAN).
Rombongan Komisi VIII DPR RI disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, didampingi jajaran pejabat eselon III di lingkungan BPBD Jatim. Turut hadir pula Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Agus Zainal Arifin, serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Sarana Edukasi Bencana hingga Command Center Jadi Sorotan
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII DPR RI meninjau langsung berbagai fasilitas dan peralatan kebencanaan yang dimiliki BPBD Jatim. Mulai dari Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina), Simulator Gempa Bumi, hingga Kendaraan Command Center BPBD One.
Menariknya, para anggota dewan juga menyempatkan diri mengikuti kegiatan edukasi kebencanaan bersama siswa KB-TK Permata Sunnah Sidoarjo yang tengah berkunjung ke Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Sebelum dilakukan diskusi terkait kesiapsiagaan dan penanganan bencana yang telah dilakukan Jawa Timur selama periode cuaca ekstrem.
DPR RI Nilai Jatim Layak Jadi Percontohan Nasional
Ketua Tim Kunjungan Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengapresiasi berbagai langkah kesiapsiagaan yang telah dilakukan Pemprov Jatim melalui BPBD. Menurutnya, fasilitas edukasi, peningkatan kapasitas masyarakat. Serta kelengkapan sarana dan prasarana kebencanaan di Jawa Timur patut menjadi contoh bagi daerah lain.
“Apa yang telah dilakukan Jawa Timur ini harus menjadi percontohan bagi provinsi lain. Agar penanganan bencana secara nasional semakin kuat. Terlebih, kejadian bencana di berbagai daerah terus meningkat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Anggota DPR RI Haeny Relawati. Ia secara khusus memuji keberadaan kendaraan Command Center BPBD One. Yang disebutnya sebagai satu-satunya mobile command center di Indonesia yang dibiayai melalui APBD provinsi.
“Mobile command center BPBD Jatim ini satu-satunya di Indonesia. Kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, atas fasilitasi luar biasa ini,” ungkapnya.
BPBD Jatim Harapkan Dukungan Legislator
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan Komisi VIII DPR RI. Meski demikian, ia berharap dukungan lebih lanjut dari para legislator. Khususnya terkait kendala kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Beberapa persoalan yang disorot antara lain penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo. Serta normalisasi sungai lahar dingin di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang.
Gatot berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dapat terus diperkuat agar upaya penanggulangan bencana di Jawa Timur semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Wahyu/Aye/sg)