SUARAGONG.COM – Momen Lebaran itu emang penuh kejutan. Selain opor ayam dan amplop THR, ada satu lagi yang sering bikin jantung olahraga: Ketemu sepupu jauh yang makin cantik atau ganteng! Dari yang awalnya cuma temen main petak umpet, eh tiba-tiba kepikiran, “Kalo dijadiin pendamping hidup, gas gak ya?”
Lebaran Vibes: Ketemu Sepupu ‘Glow Up’, Emangnya Boleh Dinikahin?
Tapi sebelum kamu makin jauh melamun di pojokan ruang tamu, mending kita bahas tuntas aturannya biar nggak kena ghosting sama hukum dan logika kesehatan!
1. Secara Agama: Lampu Hijau!
Dalam syariat Islam, sepupu (anak dari paman atau bibi) itu statusnya bukan mahram. Artinya, mereka bukan termasuk orang yang haram untuk dinikahi. Jadi secara hukum agama, jawabannya adalah Boleh. Bahkan, kisah pernikahan sesama sepupu ini juga ada dalam sejarah keluarga besar tokoh-tokoh penting dunia.
2. Secara Hukum Negara: Aman Terkendali
Di Indonesia, aturan soal pernikahan ada di UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974. Di sana disebutkan bahwa pernikahan yang dilarang adalah antara dua orang yang berhubungan darah dalam garis keturunan lurus (ayah, kakek) atau menyamping (saudara kandung). Sepupu tidak termasuk dalam daftar larangan tersebut. Jadi, secara administrasi di KUA, kamu aman!
Baca Juga : Spill Rekom Wisata Healing di Kota Batu: Lebaran Vibes Back to Nature
3. Tapi Tunggu dulu… Cek Sisi Medisnya!
Nah, ini nih yang sering jadi perdebatan hype. Secara medis, pernikahan dengan kerabat dekat (konsanguinitas) punya risiko genetik yang lebih tinggi. Karena variasi gen yang “mirip”, risiko munculnya penyakit keturunan pada anak nanti bisa meningkat dibanding menikah dengan orang yang bener-benar beda silsilah. Tapi tenang, risikonya nggak sebesar kalau kamu nikah sama saudara kandung kok. Tetap disarankan konsultasi medis dulu ya kalau emang mau serius!
Baca Juga : POV: Kelakuan Zodiak Pas Lebaran
4. Risiko Sosial: Siap-siap Dicengin!
Bayangin kalau kalian berantem, yang pusing satu silsilah keluarga besar. Atau pas lagi kumpul keluarga, bingung mau panggil Om atau Bapak Mertua? Awkward banget kan? Kamu harus siap mental dengan dinamika keluarga yang bakal makin rumit tapi seru ini.
Kesimpulannya: Kalau kamu emang beneran falling in love sama sepupu sendiri, secara aturan legal dan agama sih GASSKEUN! Tapi pastiin dulu ya, dia juga punya perasaan yang sama, jangan sampai kamu malah bikin suasana silaturahmi jadi crush yang berakhir crash.
Quote of the day: “Jodoh emang nggak kemana, tapi kalau ternyata jodohnya tetangga sebelah rumah atau malah sepupu sendiri, ya mau gimana lagi?” (Aye/sg)