Macan Putih Nyala! Patung Ikonik di Kediri Disulap Jadi Magnet Wisata Baru

Patung Macan Putih di Kediri

Share

SUARAGONG.COM – Kediri lagi-lagi bikin netizen noleh. Patung Macan Putih yang berdiri gagah di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, kini resmi jadi ikon baru sekaligus destinasi wisata dadakan. Bukan cuma estetik buat foto-foto, kehadiran patung ini juga ikut menggerakkan roda ekonomi warga sekitar. Menyala, macan!

Rawr, Harimau Putih Viral dari Kediri Jadi Magnet Wisata Baru 

Patung Macan Putih di Kediri (Radar Kediri)

Keberadaan patung Macan Putih ini viral setelah ramai diunggah akun media sosial @indotodays. Sejak itu, lokasi tersebut langsung diserbu warga, baik dari Kediri maupun luar daerah. Bahkan, demi menjaga ketertiban, area sekitar patung turut dijaga petugas kepolisian hingga malam hari.

“Usai viral di berbagai platform media sosial, patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kec. Kunjang, Kediri, Jawa Timur kini menjadi magnet wisata baru bagi masyarakat,” tulis akun tersebut, dikutip Minggu (4/1/2026).

Dari Spot Foto ke Pasar Kaget

Fenomena ini bikin suasana sekitar patung berubah total. Bak pasar kaget, berbagai lapak usaha bermunculan. Mulai dari penjual makanan ringan, minuman, hingga jajanan khas, semuanya hadir meramaikan area wisata baru ini.

Antusiasme warga yang penasaran ingin melihat langsung ikon desa tersebut menjadi pemicu tumbuhnya pusat ekonomi dadakan. Jumlah pedagang pun terus bertambah seiring meningkatnya kunjungan.

“Antusiasme warga yang penasaran ingin melihat langsung ikon desa ini memicu munculnya pasar kaget dan pusat ekonomi baru di lokasi. Banyak warga luar daerah yang sengaja datang untuk berswafoto,” lanjut unggahan tersebut.

Baca Juga : Video Buaya di Pantai Watu Leter Viral, Polres Malang Pastikan Hoaks

Ikon Desa yang Bikin Kediri Makin Dilirik

Patung Macan Putih kini tak sekadar jadi simbol visual, tapi juga wajah baru Desa Balongjeruk. Kehadirannya menunjukkan bagaimana kekuatan visual, budaya, dan media sosial bisa bersatu menciptakan potensi wisata baru berbasis desa.

Dengan pengelolaan yang tepat, bukan tidak mungkin kawasan ini bakal berkembang jadi destinasi wisata unggulan sekaligus penggerak ekonomi lokal. (Aye/sg)