Manajemen Resiko Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Proyek Konstruksi dan Mitigasi Bencana

Ft : Manajemen Resiko Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Proyek Konstruksi dan Mitigasi Bencana , Sc : Ind

Share

Suaragong.com – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam dunia konstruksi, khususnya dalam proyek pembangunan besar seperti pembangunan bendungan. Potensi bahaya kecelakaan kerja dapat terjadi hampir di semua tempat kerja, baik itu di sektor industri, konstruksi, maupun di tempat kerja lainnya.

Pada beberapa tahun terakhir, banyak kejadian kecelakaan kerja yang bahkan berujung pada kematian. Oleh karena itu, pengelolaan risiko dan penerapan sistem K3LH (Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup) yang efektif sangat diperlukan, terutama pada proyek-proyek konstruksi besar.

Salah satu penelitian terbaru mengenai penerapan K3LH di proyek pembangunan bendungan dilakukan oleh akademisi sipil, Moch Khamim dan Mohamad Zenurianto. Dalam riset mereka, kedua akademisi ini mengidentifikasi berbagai potensi bahaya yang dapat terjadi di proyek-proyek konstruksi bendungan dan memberikan solusi dalam bentuk perencanaan sistem keselamatan yang lebih baik.

Hasil riset mereka menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan kerja yang baik sangat penting. Penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan memastikan keselamatan bagi seluruh tenaga kerja yang terlibat.

Identifikasi Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja

Pada proyek pembangunan bendungan, bahaya kecelakaan kerja dapat datang dari berbagai sumber. Beberapa kejadian kecelakaan yang pernah terjadi, antara lain adalah dump truk yang terbalik saat melakukan proses dumping muatan, truk yang tergelincir saat mengangkut muatan dan mencoba melaju di jalan yang menanjak, serta kecelakaan akibat kegagalan alat berat yang tidak terjaga dengan baik.

Moch Khamim dan Mohamad Zenurianto mengungkapkan bahwa perencanaan keselamatan yang matang dapat mencegah sebagian besar kecelakaan tersebut. Dalam konteks proyek pembangunan bendungan, identifikasi potensi bahaya adalah langkah pertama yang harus dilakukan.

Proses ini dilakukan dengan menggunakan metode *Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC)*. Metode ini membantu dalam menentukan potensi bahaya yang ada pada setiap tahap pekerjaan, menganalisis risiko yang muncul, dan merancang langkah-langkah pengendalian untuk mengurangi atau menghilangkan potensi bahaya tersebut.

HIRADC: Metode Efektif untuk Identifikasi dan Penilaian Risiko

Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, Determining Control) yang digunakan oleh Khamim dan Zenurianto. Metode ini berfokus pada tiga langkah utama: identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan langkah pengendalian.

Pada tahap identifikasi bahaya, seluruh aktivitas dalam proyek konstruksi bendungan dianalisis untuk menemukan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan para pekerja.

Langkah kedua, yaitu penilaian risiko, bertujuan untuk mengukur sejauh mana potensi bahaya tersebut dapat mempengaruhi keselamatan pekerja dan kelangsungan proyek. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penilaian ini termasuk tingkat keparahan kecelakaan yang mungkin terjadi dan kemungkinan terjadinya kecelakaan tersebut.

Setelah bahaya dan risikonya diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah menentukan kontrol atau langkah-langkah pengendalian yang diperlukan untuk meminimalisir risiko. Beberapa contoh kontrol yang umum diterapkan dalam proyek konstruksi bendungan.

Kontrol umum meliputi pengawasan ketat terhadap penggunaan alat berat, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, pengaturan lalu lintas yang aman di area proyek, dan pelatihan keselamatan kerja bagi semua pekerja.

Rencana Anggaran Biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Selain identifikasi dan pengendalian risiko, perencanaan anggaran untuk keselamatan dan kesehatan kerja juga sangat penting dalam proyek konstruksi. Khamim dan Zenurianto menekankan bahwa seringkali biaya untuk keselamatan dan kesehatan kerja dipandang sebagai pengeluaran tambahan yang tidak terlalu penting.

Padahal, anggaran untuk K3LH seharusnya menjadi bagian integral dari perencanaan proyek itu sendiri.

Dalam riset mereka, kedua akademisi ini mengusulkan agar biaya keselamatan dan kesehatan kerja dihitung secara terperinci dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Rencana ini harus mencakup biaya untuk pengadaan alat pelindung diri, pelatihan K3, fasilitas medis di lokasi kerja, serta biaya untuk pengelolaan limbah dan pengendalian polusi.

Dengan alokasi anggaran yang cukup untuk K3LH, maka risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan. Proyek dapat berjalan lebih lancar tanpa adanya hambatan yang disebabkan oleh kecelakaan atau gangguan kesehatan pekerja.

Pentingnya Mitigasi Bencana dalam Proyek Konstruksi

Salah satu aspek yang semakin penting dalam pengelolaan proyek konstruksi adalah mitigasi bencana. Proyek pembangunan bendungan sering kali melibatkan pekerjaan di area dengan potensi bencana alam yang tinggi, seperti banjir, tanah longsor, atau gempa bumi.

Oleh karena itu, selain fokus pada keselamatan kerja harian. Perencanaan K3LH juga harus mencakup langkah-langkah mitigasi bencana yang dapat melindungi pekerja dan keberlanjutan proyek.

Moch Khamim dan Mohamad Zenurianto menekankan bahwa mitigasi bencana harus menjadi bagian dari rencana keselamatan yang lebih besar. Mereka menyarankan agar setiap proyek konstruksi bendungan memiliki analisis risiko bencana yang terperinci.

Ini termasuk identifikasi potensi bencana yang mungkin terjadi di lokasi proyek dan pembuatan prosedur darurat yang jelas, termasuk evakuasi pekerja, pengaturan fasilitas medis, serta pelatihan tentang cara bertindak saat terjadi bencana.

Mitigasi bencana juga mencakup tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sejak tahap perencanaan proyek. Pencegahan seperti pemilihan lokasi yang lebih aman, penggunaan teknologi yang dapat mendeteksi potensi bahaya (seperti sistem peringatan dini bencana alam), dan penguatan struktur bangunan agar lebih tahan terhadap bencana.

Semua langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak bencana, baik terhadap pekerja maupun terhadap kemajuan proyek.

Peran Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan

Selain itu, pengawasan yang berkelanjutan juga menjadi kunci untuk keberhasilan penerapan K3LH di proyek pembangunan bendungan. Moch Khamim dan Mohamad Zenurianto menyarankan agar pengawasan dilakukan secara rutin.

Pengawasan dilakukan oleh pihak internal proyek maupun oleh pihak eksternal yang memiliki kompetensi dalam bidang K3. Evaluasi berkala terhadap implementasi K3LH harus dilakukan untuk mengetahui apakah semua prosedur keselamatan telah diikuti dan apakah ada potensi bahaya baru yang muncul.

Dengan adanya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang berkesinambungan. Maka setiap potensi bahaya dapat dideteksi lebih dini dan segera diatasi sebelum menimbulkan kecelakaan yang merugikan.

Kesimpulan

Penelitian yang dilakukan oleh Moch Khamim dan Mohamad Zenurianto memberikan gambaran yang jelas. Gambaran mengenai pentingnya penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3LH) yang terencana dengan baik pada proyek pembangunan bendungan.

Dengan menggunakan metode HIRADC, potensi bahaya dapat diidentifikasi dan diatasi sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar. Selain itu, pengalokasian anggaran untuk K3LH dan pengawasan yang berkelanjutan juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Selain itu, mitigasi bencana harus menjadi komponen integral dari sistem manajemen keselamatan. Dalam proyek-proyek besar seperti pembangunan bendungan, penting untuk tidak hanya memikirkan keselamatan sehari-hari. Tetapi juga kesiapsiagaan terhadap bencana yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan kelangsungan proyek.

Melalui langkah-langkah pencegahan dan perencanaan yang matang, risiko kecelakaan kerja dan dampak bencana dapat diminimalkan, sehingga proyek dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses.

Baca Juga : Gerakan Hijau 3500 Pohon Ditanam untuk Cegah Bencana

Jangan Lupa ikuti terus Informasi, Berita artikel paling Update dan Trending Di Media Suaragong !!!. Jangan lupa untuk ikuti Akun Sosial Media Suaragong agar tidak ketinggalan di : InstagramFacebook, dan X (Twitter). (Ind/Fz).

Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News