Mandiri! Jember Terendah Penerima Bantuan Pangan Se-Jatim

Kabupaten Jember tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan pangan paling sedikit di Jawa Timur.

Share

SUARAGONG.COM – Fakta menarik muncul dari peluncuran bantuan pangan di Kantor Bulog Mangli, Jumat (10/4/2026). Kabupaten Jember tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan pangan paling sedikit di Jawa Timur.

Jember Terendah Penerima Bantuan Pangan Se-Jatim, Gus Fawait: Tanda Warga Makin Mandiri!

Bagi Bupati Jember, Gus Fawait, capaian ini bukan sekadar angka. Ia menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa kondisi ekonomi masyarakat Jember mulai membaik dan angka kemiskinan berhasil ditekan.

“Kalau penerima bantuan turun, artinya semakin banyak warga yang sudah mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Tak ingin sekadar hadir secara seremonial, Gus Fawait langsung turun ke lapangan usai peluncuran. Ia menyambangi Kelurahan Kaliwates, bahkan masuk ke gang-gang sempit untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.

Ia juga menyerahkan langsung bantuan kepada warga yang sakit dan tidak bisa beraktivitas. Baginya, bantuan pemerintah harus tepat sasaran dan tidak boleh terhambat birokrasi.

Stok Bantuan Masih Banyak

Di sisi lain, Kepala Bulog Jember, M. Ade Saputra, menjelaskan bahwa stok bantuan pangan yang disiapkan cukup besar. Tercatat ada sekitar 8 ribu ton beras serta 1,8 juta liter minyak goreng yang disalurkan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

Penyaluran tahap awal difokuskan di tiga kecamatan, yakni Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari. Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Bulog juga memanfaatkan sistem digital dan menyiagakan petugas di setiap kelurahan.

“Dengan sistem ini, tidak ada lagi cerita bantuan salah sasaran atau hilang di tengah jalan,” tegasnya.

Saat ini, jumlah penerima bantuan di Jember tercatat sebanyak 390.744 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Angka tersebut dinilai sebagai indikator positif meningkatnya daya beli masyarakat.

Baca Juga : Gus Fawait Pastikan Anak Guru Ngaji di Jember Bisa Kuliah

Distribusi Diawasi Ketat

Meski demikian, Gus Fawait tetap mengingatkan agar distribusi bantuan diawasi ketat. Ia bahkan meminta masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan ketidaksesuaian di lapangan.

“Kalau ada warga yang berhak tapi tidak dapat, atau distribusinya bermasalah, segera lapor ke Wadul Gus’e. Kami akan tindak tegas,” tandasnya.

Dengan total bantuan yang disalurkan, pemerintah berharap program ini bisa membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Pemkab Jember pun berkomitmen mengawal distribusi hingga ke tingkat desa. Dengan sistem yang transparan dan pengawasan dari masyarakat, Jember ingin membuktikan bahwa penanganan pangan bisa dilakukan secara tepat dan akuntabel. (Aye/sg)