SUARAGONG.COM – Bayangin kamu bangun pagi, cek berita, terus baca gelombang 200 meter Greenland pernah terjadi dan sempat bikin Bumi bergetar selama 9 hari berturut-turut. Iya, bukan isapan jempol atau konten viral TikTok tanpa sumber ini fakta ilmiah. Dibahas banyak peneliti dan baru mulai kita pahami secara serius. Kalau kata orang tua, semesta itu luas, misterius, dan kadang ngeselin. Greenland itu tempat super terpencil, tapi kejadian satu ini malah ngirim pesan kenceng banget buat kita semua. Soal perubahan iklim, geologi, sampai masa depan Bumi. Jadi, siap-siap ngopi dulu ya, karena ceritanya panjang banget tapi tetap asyik banget buat dibaca.
Apa Sih Sebenarnya yang Terjadi di Greenland?
Okay, mari kita flashback sebentar. Pada September 2023, di wilayah Dickson Fjord sebuah fjord sempit dan dalam di Greenland Timur terjadi sesuatu yang super ekstrem. Lereng gunung yang tertahan es dan tanah longsor tiba-tiba runtuh ke laut. Membawa sekitar 25 juta meter kubik batu dan es masuk ke dalam air. Bayangin, itu volume segede puluhan stadion sepak bola gila banget!
Nah, benturan besar ini menghasilkan gelombang yang ketinggiannya hampir 200 meter. Yes, lu gak salah baca 200 meter! Itu setara gedung setinggi 60 lantai atau lebih tinggi dari banyak tempat wisata di dunia. Tsunami ini disebut megatsunami karena ukurannya jauh melebihi tsunami biasa.
Yang bikin makin wow gelombangnya gak langsung hilang gitu aja. Karena bentuk fjord yang sempit dan dindingnya sangat curam, energi gelombang ini terperangkap di dalamnya. Jadi bukannya mereda, gelombang itu malah memantul bolak-balik dan terus menghasilkan getaran yang terekam oleh stasiun seismik di seluruh dunia setiap sekitar 90 detik selama sembilan hari!
Baca juga: Trump Ancam Rebut Greenland Secara Paksa
Gelombang 200 Meter Greenland Bukan Mitos, Ini Fakta
Loh kok bisa gelombang besar banget kayak gitu ada di tempat yang sebagian besar manusia gak pernah kunjungin? Tenang, ini bukan hoaks. Para ilmuwan internasional sampai ratusan peneliti dari banyak negara udah ngecek data citra satelit, catatan seismik global, plus simulasi komputer buat nerjemahin kejadian ini.
Fenomena panjang 9 hari ini awalnya sempet bikin bingung banget para ahli. Data yang muncul bukan kayak gempa biasa, bukan kayak letusan gunung berapi, dan gak mirip kejadian geologi yang udah pernah dicatat sebelumnya. Mereka sempet pake istilah Unidentified Seismic Object (USO) karena sinyalnya aneh banget.
Tapi lama-kelamaan, setelah dianalisis, jelas banget bahwa gelombang 200 meter Greenland itu punya hubungan kuat sama landslide raksasa yang masuk ke dalam fjord. Benturan itu bikin gelombang besar pertama, terus energi gelombang itu terjebak dan menciptakan fenomena standing wave atau yang disebut seiche semacem air yang bolak-balik di bak mandi, tapi skala BUMI.
Baca juga: Ini Alasan Untuk Apa Trump Incar Greenland
Kok Bisa Getarannya Dirasakan Sampai Seluruh Dunia?
Ini bagian yang paling keren dan agak bikin merinding. Meski peristiwa ini terjadi di wilayah yang hampir gak berpenghuni, sinyal seismiknya terekam oleh alat-alat di berbagai negara di dunia. Bukan cuma satu atau dua alat tapi puluhan sampai ratusan stasiun deteksi gempa di berbagai benua bisa nangkep ritme 90 detik itu selama lebih dari seminggu!
Bayangin, kayak lu goyangin ember besar berisi air, terus ember itu berdetak bolak-balik berhari-hari dan bisa dirasakan di seluruh ruangan. Nah, cuma ini versi Bumi, bukan ember.
Baca juga: Greenland Siap Merdeka, Perdana Menteri Tegaskan Kesiapan untuk Menjadi Negara Independen
Apakah Ini Bahaya Sekarang?
Tenang dulu, meskipun terdengar seperti trailer film bencana Hollywood, megatsunami ini gak langsung berdampak ke kehidupan manusia saat itu karena lokasi Greenland yang super terpencil. Namun ada hal yang bikin ilmuwan jadi serius banget nih.
Menurut para peneliti, kejadian ini gak serta merta muncul dari angin, tapi ada kaitannya sama pemanasan global dan perubahan iklim yang bikin es gletser di Greenland mencair dan jadi kurang kuat menopang lereng gunung. Itu artinya, kondisi kayak gini bisa jadi lebih sering terjadi di masa mendatang kalau kita cuma cuek terus soal perubahan iklim.
Kalau es di kutub terus mencair dan tanah longsor jadi makin sering, wilayah lain yang punya gletser besar juga bisa kena risiko serupa suatu hari nanti. Nggak cuma Greenland yang punya fjord mirip kayak di Norwegia, Alaska, atau tempat lain yang banyak gletser juga wajib waspada.
Baca juga: Trump Mengusulkan Greenland Dibawah Kontrol AS, Greenland Menanggapi Tegas
Bumi Lagi Ngasih Reminder
Intinya gelombang 200 meter Greenland ini bukan sekadar headline keren buat scroll TikTok, tapi sebuah alarm nyata buat kita yang ngeh soal iklim, lingkungan, dan risiko geologi masa depan. Keren sekaligus ngeri? Iya banget.
Ini bukan cuma soal satu kejadian random di tempat terpencil. Ini tentang gimana Bumi yang selama ini kita anggap stabil ternyata bisa ngasih kejutan besar dan sering kali tanda-tanda itu berhubungan langsung sama apa yang manusia lakuin ke planet ini selama puluhan tahun terakhir.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Oke, mungkin lu gak tinggal di Greenland. Tapi berita ini bikin kita mikir perubahan iklim bukan cerita jauh tentang es yang leleh di peta. Ini tentang fenomena yang berpotensi ngefek ke sistem Bumi secara keseluruhan gempa, gelombang, dan perubahan pola cuaca besar lainnya.
Jadi next time lu scroll berita, inget: fakta ilmiah kayak gelombang 200 meter Greenland itu bukan kabar horor tanpa basis. Mereka adalah panggilan buat kita semua buat lebih peduli lingkungan sambil tetep bisa bangun pagi, ngopi, dan nge-like postingan lucu tanpa lupa bahwa planet ini punya keadaan yang serius juga. (dny)