Membuka Folder Jeffrey Epstein, Predator Seksual dengan Jaringan Elite Dunia

Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia setelah pemerintah Amerika Serikat membuka dokumen Epstein Files Transparency Act.

Share

SUARAGONG.COM – Nama Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia setelah pemerintah Amerika Serikat membuka dokumen elektronik penyelidikan kasusnya melalui Epstein Files Transparency Act. Dokumen tersebut mengungkap jejaring luas Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, dengan sejumlah tokoh ternama lintas negara.

Jeffrey Epstein dan Jejak Gelap di Balik Lingkaran Orang-Orang Berpengaruh

Seperti dikutip dari BBC News, Epstein ditemukan meninggal dunia di sel penjara New York pada 10 Agustus 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Peristiwa itu terjadi lebih dari satu dekade setelah ia divonis bersalah karena meminta jasa prostitusi dari anak di bawah umur, yang membuat namanya terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Dalam perkara terakhirnya, Epstein dituduh mengoperasikan “jaringan besar” eksploitasi seksual terhadap anak perempuan di bawah umur. Ia mengaku tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut.

Epstein Files Resmi Dibuka

Pada November 2025, DPR dan Senat Amerika Serikat menyetujui Epstein Files Transparency Act yang kemudian ditandatangani Presiden Donald Trump. Undang-undang ini memerintahkan Departemen Kehakiman AS membuka seluruh berkas penyelidikan pidana Epstein paling lambat 19 Desember.

Sebagian dokumen dirilis sesuai tenggat waktu, disusul publikasi tambahan beberapa pekan berikutnya. Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyebut rilis terakhir pada 30 Januari sebagai akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen secara komprehensif.

Meski begitu, sejumlah aktivis dan politisi oposisi menilai masih banyak dokumen yang belum dibuka tanpa alasan jelas.

Dari Guru Matematika ke Finansier Miliarder

Jeffrey Epstein lahir dan besar di New York. Pada pertengahan 1970-an, ia sempat mengajar matematika dan fisika di Dalton School, sebuah sekolah swasta elit. Meski tidak menuntaskan kuliahnya, kecerdasan Epstein menarik perhatian orang tua murid yang kemudian mengenalkannya ke dunia Wall Street.

Kariernya melesat cepat di Bear Stearns hingga akhirnya mendirikan perusahaan investasi sendiri, J Epstein and Co, pada 1982. Perusahaan ini mengelola aset klien bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Kesuksesan finansial membawanya memiliki berbagai properti mewah, mulai dari rumah besar di Florida, peternakan di New Mexico, hingga hunian pribadi terbesar di New York. Epstein juga dikenal akrab dengan kalangan selebritas, politisi, dan tokoh berpengaruh dunia.

Pada 2002, Donald Trump bahkan pernah menyebut Epstein sebagai sosok menyenangkan untuk diajak bergaul, meski kemudian Gedung Putih menyatakan hubungan keduanya memburuk jauh sebelum Epstein pertama kali ditangkap.

Selain Trump, Epstein tercatat pernah bepergian bersama Bill Clinton, Kevin Spacey, dan Chris Tucker menggunakan jet pribadinya. Ia juga berteman dengan sejumlah politisi Inggris, termasuk Peter Mandelson.

Kasus Pelecehan dan Kesepakatan Kontroversial

Kasus Epstein mulai terungkap pada 2005 setelah orang tua seorang gadis 14 tahun melapor ke polisi Florida. Penyelidikan menemukan puluhan korban dengan pola cerita serupa.

Namun pada 2008, Epstein berhasil mencapai kesepakatan hukum yang membuatnya lolos dari dakwaan federal berat. Ia hanya dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dan bahkan diizinkan bekerja di luar penjara hingga 12 jam sehari. Ia dibebaskan bersyarat setelah menjalani 13 bulan.

Kesepakatan ini menuai kecaman luas dan disebut media AS sebagai “kesepakatan abad ini”. Jaksa federal Alexander Acosta akhirnya mengundurkan diri pada 2019 akibat kontroversi tersebut.

Baca Juga : Trump Ancam Apple: Tarif 25% Untuk iPhone Produksi Luar Amerika

Penangkapan Terakhir dan Kematian di Penjara

Epstein kembali ditangkap di New York pada Juli 2019 usai pulang dari Paris. Pengadilan menolak permohonan jaminannya, dan ia ditahan di Metropolitan Correctional Center.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit karena luka di leher, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Agustus 2019. Persidangan yang seharusnya mengungkap lebih jauh jaringan kejahatannya pun tak pernah terjadi.

Peran Ghislaine Maxwell

Usai kematian Epstein, perhatian publik beralih ke Ghislaine Maxwell, mantan pasangan sekaligus rekan dekatnya. Maxwell ditangkap pada Juli 2020 dan divonis bersalah pada Desember 2021 atas lima dakwaan, termasuk perdagangan seks anak.

Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Pengadilan menyebut Maxwell berperan besar dalam merekrut serta memanipulasi korban, sekaligus memperkenalkan Epstein kepada banyak tokoh kaya dan berpengaruh.

Kasus Epstein hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait sejauh mana jaringan elit dunia terlibat dalam kejahatan yang dilakukan finansier tersebut. (Aye/sg)